SUKABUMIUPDATE.com - Kementerian Pertahanan memastikan tidak ada aturan larangan hijab atau jilbab untuk kadet perempuan muslim. Sebelumnya pengakuan calon kadet Universitas Pertahanan yang memilih mundur karena tak mau melepas hijab jadi sorotan publik.
Melalui keterangan tertulis resmi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan kadet perempuan Universitas Pertahanan (Unhan) yang beragama Islam dapat mengenakan hijab selama menjalani pendidikan. Pernyataan itu disampaikan pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyikapi sorotan publik di media sosial seorang mahasiswi Unhan yang memilih keluar karena dilarang memakai hijab selama masa pendidikan.
"Menteri Pertahanan RI telah memberikan arahan agar ketentuan penggunaan seragam kadet Unhan disesuaikan dengan mengakomodasi penggunaan hijab bagi kadet perempuan Muslim," seperti dikutip siaran pers resmi itu, Minggu, 23 Agustus 2026.
Baca Juga: Maling Motor Babak Belur di Perbatasan Sukabumi - Cianjur, Polisi Ungkap Kronologi
Kemhan menjelaskan dijelaskan bahwa pada dasarnya pihaknya tidak pernah melarang mahasiswi Unhan untuk memakai hijab. Larangan itu tidak pernah diatur dalam Peraturan Rektor Unhan RI Nomor 28 Tahun 2025 tentang Pedoman Kehidupan Kadet Universitas Pertahanan.
Terkait ketentuan melepas hijab saat menjalani latihan dasar kemiliteran (latsarmil) di Akademi Militer, Magelang, Kemhan menyebut hal tersebut diterapkan karena pertimbangan keamanan. Dengan melepas jilbab, para kadet diharapkan dapat bergerak lebih leluasa selama menjalani proses latsarmil.
"Dalam kehidupan sehari-hari, kadet perempuan Muslim dapat menggunakan hijab ketika berada di lingkungan tempat tinggal atau mess serta pada kegiatan tertentu di luar kampus, termasuk saat melaksanakan magang," terang siaran pers tersebut.
Baca Juga: Enam Bulan Menanti Huntap, Jerit Penyintas Pergerakan Tanah Cijambe Sukabumi Minta Tolong KDM
Oleh karena itu, Kemhan kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak punya niatan untuk membatasi prinsip ataupun atribut keagamaan dalam menjalankan pendidikan. "Kadet diarahkan untuk menjadi insan yang beragama sesuai kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mengamalkan ajaran agama dan kepercayaan masing-masing, baik dalam kedinasan maupun kehidupan pribadi," tegas pihak.
Sebelumnya, ramai di media sosial pengakuan calon kadet UNHAN yang memilih mundur setelah dinyatakan lulus seleksi. Calon kadet memilih keluar karena diminta untuk melepas hijab oleh pihak penyeleksi. Kisah tersebut sempat diunggah di akun instagram @wafaahdina beberapa waktu lalu.
Editor : Fitriansyah