SUKABUMIUPDATE.com - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, drh Slamet, meminta pemerintah mengevaluasi pembubaran Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) sebagai bagian dari upaya mengantisipasi kebakaran lahan gambut.
Slamet yang merupakan legisator Senayan asal daerah pemilihan (dapil) Kota dan Kabupaten Sukabumi, menilai pengalaman penanganan kebakaran sebelumnya menunjukkan pentingnya keberadaan badan yang secara khusus menangani persoalan gambut.
Keterangan tersebut disampaikan langsung dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna ke-6 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (22/9/2026).
Slamet menyoroti kekeringan yang telah terjadi di berbagai wilayah. Ia meminta pemerintah segera mengantisipasi dampak, terutama terhadap hasil panen dan risiko kebakaran lahan.
Dalam menjaga keberlangsungan pertanian, ia mendorong peningkatan irigasi dan pemanfaatan pompa air di lokasi yang memungkinkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air.
Baca Juga: Slamet Bongkar Masalah Tata Niaga Beras: Gabah Mahal, HET Stagnan, Beras Fortifikasi Dijual Tinggi
“Kita ingin sampaikan kepada pemerintah bahwa kekeringan sudah ada di mana-mana. Kondisi ini harus kemudian diantisipasi,” ujar dia, dikutip sukabumiupdate.com.
Selain dampak terhadap pertanian, Slamet memberikan perhatian khusus pada kebakaran lahan gambut yang dinilainya sulit dikendalikan. Ia mengingatkan pemerintah agar menjadikan pengalaman kebakaran sebelumnya sebagai dasar untuk mengevaluasi kebijakan kelembagaan yang menangani gambut.
“Kebakaran, khususnya pada gambut, bisa terkendali karena ada satu badan yang memang berkonsentrasi khusus mengurusi itu,” katanya.
Slamet menegaskan perlunya evaluasi atas pembubaran BRGM agar penanganan gambut ke depan mendapat perhatian yang memadai dan kebakaran tidak terulang. “Sekali lagi, pemerintah perlu melakukan evaluasi atas pembubaran BRGM,” tegas dia. (ADV)
Editor : Oksa Bachtiar Camsyah