SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Prabowo Subianto terus mendorong penguatan layanan kesehatan, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses transportasi darat yang sulit dijangkau dan membutuhkan waktu lama ketika menuju rumah sakit.
Pada 2026, pemerintah menyiapkan ambulans udara secara bertahap setelah pembangunan 22 rumah sakit baru di sejumlah kabupaten/kota yang sebelumnya belum memiliki rumah sakit. Ambulans udara tersebut disiapkan untuk mempercepat proses evakuasi medis dari wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Untuk itu kita juga akan membuat ambulans udara, helikopter dengan dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakulasi kalau dia sakit,” dikutip dari sekretariat kabinet.
Baca Juga: Dokter Forensik Ungkap Identifikasi Kerangka Perempuan di Sukalarang Sukabumi
Kesiapan layanan tersebut mulai diuji melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Pesisir Barat, Lampung. Latihan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan pasien dalam kondisi darurat dapat segera dievakuasi menuju fasilitas kesehatan rujukan.
Pesisir Barat menjadi salah satu wilayah yang menghadapi tantangan jarak dalam memperoleh layanan kesehatan rujukan. Perjalanan dari Krui menuju Bandar Lampung melalui jalur darat dapat memakan waktu hingga sekitar tujuh jam.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah, terutama dalam penanganan pasien yang membutuhkan pertolongan medis segera.
Baca Juga: Buru Bara Tersembunyi, 400 Personel Berjibaku Padamkan Kebakaran TPA Cikundul Sukabumi
Presiden Prabowo mengatakan, waktu tempuh yang panjang dapat menjadi persoalan serius, terutama bagi ibu yang membutuhkan penanganan saat persalinan.
“Banyak ibu-ibu yang meninggal di daerah-daerah karena menempuh jalan 7 jam,” kata Prabowo.
Ia menilai akses transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan pasien di daerah terpencil maupun wilayah yang sulit dijangkau.
“Banyak ibu-ibu yang meninggal karena menempuh jalan 7 jam sampai 9 jam pada saat melahirkan. Akhirnya banyak ibu-ibu meninggal karena tidak ada jalan yang baik,” kata Prabowo.
Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, TNI Angkatan Udara melaksanakan latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Pesisir Barat, Lampung.
Baca Juga: Irigasi Bocor di Banyak Titik, Petani Sukabumi Kesulitan Air untuk 50 Hektare Sawah
Latihan tersebut ditujukan untuk menguji kesiapan evakuasi pasien dari wilayah dengan akses darat yang jauh menuju fasilitas kesehatan rujukan melalui jalur udara.
Dengan adanya ambulans udara, pemerintah menargetkan waktu tempuh menuju fasilitas kesehatan dapat dipangkas, khususnya bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan berjam-jam melalui jalur darat.
Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan akses layanan kesehatan agar masyarakat di wilayah terpencil dan sulit dijangkau tetap memperoleh pertolongan medis dalam kondisi darurat.
Dalam kondisi kegawatdaruratan, pemangkasan waktu perjalanan dapat menjadi faktor penting dalam proses penyelamatan pasien. Pemerintah pun menyiapkan jalur udara sebagai salah satu alternatif ketika akses darat membutuhkan waktu terlalu lama.
Editor : Ikbal Juliansyah