SUKABUMIUPDATE.com - 2029 masih dua tahun lagi, tapi manuver untuk pemilihan presiden di tahun tersebut sudah digas dari sekarang. Partai Golkar mengunci sikap politiknya dengan memastikan dukungan penuh bagi Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.
Meski demikian, bursa calon wakil presiden masih dibiarkan kosong hingga mendekati jadwal pendaftaran resmi. Langkah ini mempertegas arah koalisi Beringin yang sudah dirancang sejak akhir tahun lalu.
Fokus utama partai saat ini tertuju pada pengawalan roda pemerintahan berjalan efektif demi kepuasan publik. Kepastian arah dukungan tersebut disampaikan langsung oleh jajaran pengurus pusat di Gedung DPR, Jakarta.
Pilihan mendahului partai lain ini menjadi strategi penegasan komitmen politik jangka panjang. "Sejak tahun akhir 2024, standing position Golkar kan jelas. Bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo," kata Doli di kompleks parlemen, Jakarta dilansir dari suara.com.
Baca Juga: Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Skuad Garuda Disandingkan dengan Brasil dan Spanyol
Penetapan figur calon wakil presiden bakal melewati fase pembahasan bersama anggota koalisi pengusung. Kesepakatan resmi organisasi telah diputuskan secara sah melalui tingkatan musyawarah tertinggi partai.
"Itu akan dibicarakan terlebih dahulu oleh partai-partai politik pengusungnya. Nah sekarang kan kita belum tahu pengusungnya siapa. Yang menyatakan baru resmi melalui Rapimnas, ya nggak tahu mungkin ada partai lain ya, tapi kami memutuskan itu melalui Rapimnas," ujarnya.
Pertimbangan figur cawapres kelak sangat bergantung pada dinamika politik serta masukan dari Prabowo sendiri. Penentuan pendamping dinilai tidak terburu-buru mengingat fokus nasional masih tercurah pada agenda pembangunan.
"Saya kira kan tidak mungkin kalau kami sekarang mencalonkan Pak Prabowo, di mana dalam situasi sekarang kita semua fokus untuk melaksanakan menjalankan pemerintahan ini, Pak Prabowo kita tanya, "Pak, kira-kira nanti wakil presidennya siapa?" Pasti di ujung." kata Doli.
Baca Juga: Koperasi RFF Jadi Andalan Pasokan Pangan SPPG, Bantu Petani Sukabumi Serap Hasil Panen
Seluruh kader diminta bekerja optimal mengawal eksekusi program strategis nasional di lapangan. Keberhasilan program pemerintah menjadi tolok ukur utama penilaian masyarakat terhadap kinerja kabinet.
"Tugas kami sekarang bukan hanya sekadar mencalonkan Pak Prabowo sebagai presiden. Tapi kami sudah menyampaikan seluruh jajaran untuk membantu mensukseskan pemerintahan Pak Prabowo-Gibran ini agar semua program itu deliver dan masyarakat merasakan manfaatnya," ujarnya
Peluang keberlanjutan duet kepemimpinan nasional periode berikutnya tetap terbuka lebar bagi Gibran Rakabuming. Evaluasi menyeluruh terhadap pencapaian kabinet saat ini menjadi kunci utama rekomendasi mendatang.
"Kalau kemudian nanti ini ternyata pemerintahan ini sukses. Artinya kan pemerintahan sukses itu pemerintahan Pak Prabowo-Gibran, Ya patut dipertimbangkan, patut dipertimbangkan apa namanya untuk kemudian direkomendasikan berpasangan lagi. Tapi itu kan nanti. Kita kerja dulu, ya sukseskan dulu pemerintahan ini. Kami sudah putuskan Pak Prabowo calon presidennya, wakil presidennya nanti," ujarnya.
Baca Juga: Wanci Tumoke Jam Berapa, Kenali Penanda Waktu Malam dalam Budaya Sunda
Latar belakang peta politik ini bersumber dari dinamika pasca Pemilu 2024 yang mengukuhkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Golkar mengambil posisi awal untuk menjaga kestabilan politik nasional serta keberlanjutan kebijakan strategis.
Editor : Fitriansyah