SUKABUMIUPDATE.com - Keberagaman masyarakat Indonesia didorong menjadi kekuatan utama dalam pelayanan publik. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggagas pelibatan masyarakat nonmuslim untuk ikut serta dalam mendukung operasional serta pelayanan jemaah haji Indonesia.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan bahwa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki keragaman suku, budaya, dan agama. Melalui ibadah haji dapat menjadi ruang untuk memperlihatkan praktik toleransi bagi umat beragama.
"Fokus kita adalah memastikan jemaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya," ujar Wamenhaj dikutip dalam keterangan resmi.
Ia menjelaskan bahwa toleransi tidak cukup diwujudkan melalui sikap saling menghormati semata, tetapi juga melalui kolaborasi dan partisipasi nyata dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. Dalam konteks penyelenggaraan haji, salah satu bentuknya adalah keterlibatan masyarakat lintas agama dalam mendukung pelayanan kepada jemaah.
Baca Juga: CEK FAKTA: Gaji Guru Naik 60 Persen pada 2027 Itu Salah
Dengan cara tersebut, penyelenggaraan haji tidak hanya menjadi sarana ibadah umat Islam, tetapi juga mencerminkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang melampaui perbedaan keyakinan.
Dahnil mencontohkan Sulawesi Utara sebagai daerah yang memiliki kehidupan masyarakat yang harmonis dalam keberagaman. Ia mengaku telah meminta jajaran terkait untuk membuka ruang partisipasi bagi kelompok agama lain dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji di wilayah tersebut.
"Ini menjadi salah satu upaya menghadirkan simbol toleransi, tidak hanya di Sulawesi Utara, tetapi juga di seluruh Indonesia," katanya.
Lebih lanjut, Dahnil menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji merupakan bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Meski haji adalah ibadah khusus umat Islam, semangat melayani sesama dan membantu kelancaran pelaksanaannya merupakan nilai universal yang dapat melibatkan siapa saja.
Baca Juga: Warga Resah! Pencurian Ternak Marak di Sagaranten Sukabumi, 16 Ekor Domba Dilaporkan Hilang
Melalui pelibatan masyarakat lintas agama, pemerintah berharap dapat mempererat hubungan antarkelompok masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan dalam mendukung pelayanan publik. Inisiatif ini juga menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk bekerja sama demi kepentingan bersama.
Pada akhirnya, Kementerian Haji dan Umrah ingin menghadirkan penyelenggaraan haji yang tidak hanya berfokus pada kualitas layanan ibadah, tetapi juga menjadi cerminan nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong yang menjadi karakter bangsa Indonesia.
Editor : Ikbal Juliansyah