Sukabumi Update

Bantu Pengangguran Dapat Pelatihan hingga Pekerjaan, Kapolri Siapkan Program Poliran

Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto. (Sumber : Gerindra).

SUKABUMIUPDATE.com - Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menggagas program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) sebagai upaya membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan agar dapat meningkatkan keterampilan dan kembali produktif.

Program tersebut juga menjadi bagian dari langkah Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pemberdayaan ekonomi warga.

Suyudi menjelaskan, persoalan pengangguran perlu mendapat perhatian karena berpotensi memicu gangguan kamtibmas. Untuk itu, Polri akan menjalin kolaborasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

“Kenapa kami memiliki kepedulian terhadap pengangguran? Karena pengangguran berpotensi terjadinya gangguan kamtibmas. Kami juga akan berkolaborasi dengan Kementerian Desa,” kata Suyudi di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, dikutip dari Tribratanews polri.

Baca Juga: Motif Listyo

Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas akan berkoordinasi dengan perangkat desa untuk mengidentifikasi dan mendata warga yang membutuhkan pekerjaan. Mereka selanjutnya akan diberikan pelatihan sebagai bekal sebelum diarahkan ke perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Polri juga akan menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk memberikan pembekalan kepada para peserta, terutama dalam meningkatkan keterampilan nonteknis atau soft skill.

Menurut Suyudi, pelatihan tersebut diharapkan mampu mempersiapkan masyarakat agar lebih siap memasuki dunia kerja dan memiliki kesempatan untuk kembali produktif.

“Kami latihkan secara soft skill sehingga masyarakat yang pada hakikatnya ‘berkebutuhan’ dalam hal pekerjaan, itu bisa kembali produktif setelah dilatihkan secara soft skill tadi itu,” ujarnya.

Baca Juga: Cuaca Jabar 4 November 2026, Sukabumi Potensi Berawan hingga Hujan

Tidak berhenti pada pelatihan, peserta program Poliran nantinya akan difasilitasi untuk mendapatkan akses pekerjaan melalui perusahaan-perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan Polri.

Suyudi menyebutkan, program Poliran direncanakan diluncurkan secara nasional. Saat ini, Polri masih mematangkan persiapan bersama sejumlah kementerian dan pemerintah daerah.

Selain Kemenaker, koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengoptimalkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai daerah sebagai tempat peningkatan keterampilan masyarakat.

“Kami juga bekerja sama dengan Kemendagri karena nanti akan bersama dengan provinsi-provinsi. Di daerah masing-masing ada Balai Latihan Kerja (BLK). Itu yang nanti akan kami sinergikan,” ujarnya.

Baca Juga: Presiden dan Pejabat Disadap Kelompok Mantan Kapolri, Bagaimana dengan Wapres Gibran?

Melalui program ini, Polri berharap masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan, termasuk mereka yang telah menyelesaikan rehabilitasi narkoba, mempunyai kesempatan untuk kembali bekerja dan menjalani kehidupan yang lebih produktif.

Selain membantu mengatasi persoalan pengangguran, langkah tersebut diharapkan dapat menekan potensi gangguan kamtibmas dan angka kriminalitas yang berkaitan dengan persoalan sosial ekonomi.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, Poliran sejalan dengan program Kemendes PDT bertajuk “12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia”.

Yandri mengatakan, pihaknya akan menyinergikan Poliran dengan pengembangan desa tematik yang berpotensi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Salah satu peluangnya melalui program desa ekspor dan desa wisata yang dinilai memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Baca Juga: Selain Presiden, Jenderal Listyo Sigit cs Lakukan Penyadapan Ilegal ke Banyak Orang, Ini Daftarnya!

“Jadi, akan kami sandingkan Poliran itu dengan desa-desa tematik. Kami punya program desa ekspor yang juga bisa menyerap tenaga kerja banyak. Kami punya program desa wisata juga menyerap tenaga kerja yang banyak dan menghasilkan uang yang banyak,” jelasnya.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja, khususnya di wilayah perdesaan. Dengan mengembangkan potensi ekonomi lokal, program desa ekspor dan desa wisata diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT