Sukabumi Update

Safari ke Pesantren, Kapolda Jawa Barat: Tak Terkait Rizieq

SUKABUMIUPDATE.com -  Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan kunjungannya ke sejumlah pesantren bukan dengan tujuan untuk meminta dukungan kepada ulama terkait kasus pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab. Ia menambahkan keluarganya mengajarkan agar selalu dekat dengan ulama.

“Saya kira bukan karena hubungan ada masalah, kalau ada masalah berarti saya ada kepentingan,” kata Anton saat berkunjung ke Buntet Pesantren, Ahad, (5/2).

Terkait dengan kasus Rizieq, Anton mengatakan sudah melayangkan pemanggilan dan akan diperiksa pada Selasa, (7/2). “Saya berharap yang bersangkutan untuk mengikuti proses yang ada,” kata Anton.

Sebagai warga negara seharusnya Rizieq Shihab menaati hukum dan aturan yang ada di negara ini. Jika nantinya pemanggilan pertama tidak ada, maka pihaknya akan melayangkan surat panggilan kedua. Ketika ditanyakan apakah akan ada pemanggilan secara paksa, Anton menyatakan, “Nanti pemanggilan kedua akan dilengkapi dengan surat perintah membawa."

Seperti diketahui, sepanjang hari ini Anton Charliyah, mengunjungi sejumlah pesantren dan tokoh masyarakat yang ada di wilayah Cirebon. Dimulai dari Pesantren Gedongan, Buntet Pesantren dan Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Rencananya, Anton juga akan menginap di Pesantren Benda. Salah satu pesantren yang ada di Cirebon yang masih menjaga nilai-nilai tradisional, seperti menjaga agar televisi tidak masuk ke wilayahnya.

Sementara itu pengasuh Buntet Pesantren, KH Hasanudin Kriyani, mengaku jika pihaknya menyambut baik silaturahmi yang dilakukan oleh Kapolda Jawa Barat dan jajarannya ke sejumlah pesantren yang ada di Cirebon. “Pesan kiai sepuh dulu kepada saya, jika ulama, TNI dan Polri bersatu, maka Indonesia akan tetap aman,” katanya.

Hasanudin pun menambahkan jika dalam dakwah itu mengingatkan tentang kebenaran dengan cara yang benar, mengingatkan tentang kesabaran dengan cara yang sabar. “Mengingatkan dengan cara yang santun dan kasih sayang. Ini yang kerap kali tertinggal,” katanya.

 

Sumber: TEMPO

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI