SUKABUMIUPDATE.com - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mencatat adanya peningkatan jumlah calon mitra yang mengajukan pembiayaan menggunakan pola syariah dari tahun ke tahun.
Direktur Utama LPDB-KUMKM, Kemas Danial menuturkan peningkatan ini disebabkan adanya respon positif KUMKM terhadap pembiayaan pola syariah yang digulirkan LPDB-KUMKM.
"Pertumbuhan luar biasa, tinggi sekali, makanya kami dari 5, 10, dan sekarang hampir 20 persen lebih tumbuhnya. Tahun ini saya yakin tumbuh karena yang basis syariah ini sedikit lebih agresif," ujar Kemas dalam siaran persnya, Jumat (17/2).
Kemas mengatakan lembaganya akan terus mendorong agar pola syariah berkembang pesat. Selain aman, kata dia, KUMKM berbasis syariah sangat berhati-hati dalam mengelola usahanya.
Kemas menjelaskan sifat usaha dari KUMKM berbasis syariah yakni pembagian keuntungan bersama, tidak menerapkan sistem bunga, serta melarang adanya praktek riba sesuai dengan syariat islam.Â
"Syariah itu berbasis muslim, jadi mereka benar-benar konsisten tidak mau riba, tidak mau mengambil keuntungan dari konvensional. Konvensional itu, bunga itu pemikiran mereka riba, jadi mereka enggak mau," ujarnya.
Penyaluran dana bergulir dengan pola syariah hingga 31 Desember 2016 mencapai Rp 1,48 triliun atau 18,31 persen. Sedangkan pada 2017, pinjaman syariah ditargetkan mencapi Rp 600 miliar dari total dana bergulir yang akan disalurkan sebesar Rp 1,5 triliun. Sisanya Rp 900 miliar untuk pinjaman konvensional.
Kemas membuka peluang untuk menambah alokasi pinjaman syariah melebihi Rp 600 miliar. Apabila pinjaman konvensional kurang terserap sementara pembiayaan syariah banyak diminati, maka alokasi konvensional akan dialihkan ke syariah.
"Bukan berarti angka syariah itu harga mati, kalau syariah terserapkan, sisanya konvensional kalau tidak terserap kan kita bisa larikan ke syariah. Syariah lebih aman karena mereka itu kehati-hatiannya tinggi," katanya.
Direktur Bisnis LPDB-KUMKM Warso Widanarto menambahkan pembiayaan pola syariah akan terus didorong seiring dengan banyak calon mitra dari KUMKM berbasis syariah, Baitul Maal Watamwil (BMT), Bank Pembangunan Rakyat Syariah (BPRS) yang mengajukan pembiayaan.
"Ke depan skema syariah ini makin berkembang lagi, orang bank umum saja punya usaha otonom syariah kan. Bank Mandiri Syariah, Panin Syariah, BRI Syariah ada. Berarti skema syariah itu berkembang. Makanya kami dorong terus," katanya.
Â
Sumber: TEMPO
Editor : Administrator