SUKABUMIUPDATE.com - Mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung, menjelaskan alasannya mengumpulkan awak media, setelah resmi dipecat oleh PPP kubu Djan Faridz. Menurut dia, klarifikasi dibutuhkan demi menjaga nama baiknya.
"Ini kredibilitas. Saya sebenarnya pikir ini urusan internal kenapa diangkat ke media, karena teman-teman (wartawan) minta, jadi kita klarifikasi," ujar Lulung di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (14/3).
Lulung menanggapi kabar pemecatan dirinya sebagai hal yang lucu. Selain itu, dia pun mempertanyakan keabsahan tindakan Djan, yang memecatnya dari keanggotaan PPP.
Kubu Djan, kata Lulung, tak berhak memecat kader lantaran tak memiliki Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Surat keputusan tentang Pengesahan Susunan Personalia Dewan Pimpinan Pusat PPP Masa Bakti 2016-202, yang dikeluarkan pada April 2016 itu, kini dipegang PPP kubu Romahurmuziy. "Dia (Djan) tak bisa berhentikan saya, tak punya legitimasi surat keputusan," ujarnya.
Lulung pun beranggapan bahwa sikap DPP PPP kubu Djan, kini tak sesuai dengan asas yang diusung partai berlambang Kabah itu. Dia mengaku akan membela PPP, bahkan menyatakan rencana niat menjadi Ketua Umum. "Sebenarnya istri saya ada bilang sudahlah keluar saja, ngapain di partai, tapi saya pejuang," ucap Lulung.Â
Djan Faridz sebelumnya menyatakan bahwa pemecatan itu dilatarbelakangi pelanggaran terhadap Anggaran Dasar/Anggara Rumah Tangga PPP.Â
Lulung dan sejumlah politisi PPP dinilai menyalahi aturan karena mendukung pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pemilihan Gubernur DKI 2017. Adapun PPP kubu Djan, saat ini mendukung Basuki Tjahja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.
Terkait perbedaan itu, Lulung masih bersikukuh mendukung Anies-Sandiaga. Dia bahkan berencana turun ke lapangan di putaran kedua Pilgub 2017. "Saya akan Road Show Safari Haji Lulung, kepada umat untuk Anies-Sandiaga," katanya.
Â
Sumber: Tempo
Editor : Administrator