SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta kepolisian agar menuntaskan kasus penyiraman terhadap Novel Baswedan. Langkah ini penting agar publik tahu apa motivasi pelaku melakukan aksi tersebut.Â
"Supaya jelas tidak jadi pertanyaan di masyarakat. Masyarakat saya harap juga jangan menduga-duga," kata Wiranto di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/4). Menteri Wiranto berharap belum terungkapnya penyerang Novel tidak menjadi polemik atau saling tuding. Ia ingin aksi penyerangan terhadap penegak hukum tidak berulang lagi.
Novel diserang dua orang tak dikenal pada Selasa pagi (10/4). Ia disiram air keras usai melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid. Penganiayaan itu terjadi selang dua rumah dari rumah Novel. Setelah menyiramkan air keras ke wajah Novel, dua orang itu langsung kabur dengan mengendarai motor. Ia terluka di kelopak mata bagian kiri serta bengkak di dahi kiri karena terbentur pohon.
Lebih lanjut, Wiranto menyatakan tidak tahu saat ditanya rencana Novel Baswedan yang dijadwalkan akan memberikan presentasi ke Kementerian Polhukam. "Tidak ada itu," ucapnya.Â
Wiranto meminta polisi segera mengungkap secara tuntas. “Jangan sampai nanti ini belum terungkap sudah terjadi tuduh-menuduh,†ujarnya. Wiranto menilai, yang terpenting saat ini adalah pengusutan tuntas lebih dulu. Pengusutan difokuskan pada siapa dan apa motif dari penyerangan terhadap penyidik senior itu.Â
Wiranto juga meminta masyarakat tenang. Ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum sehingga perbuatan pelaku tidak bisa dibenarkan dengan pendekatan apa pun. “Masyarakat tenang dululah, jangan hiruk-pikuk.â€
Â
Sumber: Tempo
Editor : Administrator