SUKABUMIUPDATE.com - PT MRT Jakarta melakukan investigasi atas insiden terlimpasnya jalan di kawasan Ratu Plaza, Jenderal Sudirman, Jakarta, dengan cairan putih berbusa yang dikira salju, pada Sabtu, 6 Mei 2017 kemarin. Berdasarkan hasil investigasi, cairan tersebut dikenali sebagai material “Kankyo-8†yang digunakan kontraktor proyek untuk memudahkan proses pengeboran tanah.
Menurut Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah, peristiwa tersebut bermula saat salah seorang pekerja konstruksi membuka keran penyimpanan di lokasi pengerjaan dan mengambil sejumlah material cair Kankyo-8 dengan tujuan membersihkan alat kerja.
Namun lalai menutup kembali keran penyimpanan cairan dengan rapat. Hal tersebut menyebabkan mengalirnya cairan keluar dari lokasi proyek.
“Tumpahan cairan tersebut kemudian bercampur dengan air hujan dan tergilas oleh mobil-mobil yang melintas sehingga menyebabkan genangan busa di sekitar Jalan Jenderal Sudirman,†tutur Tubagus dalam siaran resminya, Ahad, 7 Mei 2017.
Menurut dia, cairan Kankyo-8 memiliki sifat melonggarkan ikatan antarbutiran tanah. Kankyo-8 sudah digunakan dalam pengerjaan pembuatan terowongan bawah tanah di Jepang dan di negara-negara lain. Kankyo-8 juga dikenal sebagai bahan yang ramah lingkungan karena masuk dalam kategori bahan kimia yang tidak berbahaya dan mudah larut secara alami.
Usai kejadian tersebut, Sesuai dengan Standard Operational Procedures (SOP) dan Material Safety Data Sheet (MSDS) yang berlaku, kontraktor segera membersihkan busa dengan menyiramkan air dan membuat bund wall (pembatas) untuk mencegah material meluas keluar menuju jalan.
Pihak MRT juga telah melakukan tindakan pencegahan agar insiden tersebut tidak terulang lagi, dengan cara membuat Rencana Aksi, yakni dengan memindahkan material sisa dari lokasi pengerjaan.
Perusahaan juga memberi pemahaman kepada pekerja tentang keselamatan dan tata cara penggunaan material dan peralatan sesuai dengan standar operasi, meningkatkan pengawasan kerja di area proyek, dan membuat metode kerja lainnya yang bertujuan untuk mencegah material proyek, baik padat maupun cair, keluar dari area proyek.
“Selain itu juga menyediakan tempat penampungan tambahan dalam setiap penggunaan bahan-bahan kimia lainnya,†ucap Tubagus.
Atas insiden tersebut, PT MRT Jakarta sudah memberikan teguran dan peringatan kepada kontraktor atas kejadian ini. Lebih lanjut, kontraktor akan diberi sanksi berupa Demerit Point (pengurangan poin nilai pada aspek Health and Safety Environment/HSE).
Pengurangan poin ini akan masuk ke penilaian atas kinerja kontraktor dan nantinya dapat memengaruhi peluang kontraktor tersebut untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek MRT Jakarta di masa depan.
Atas insiden ini, pihak PT MRT Jakarta akan segera berkonsolidasi dan melakukan evaluasi secara menyeluruh guna memperbaiki seluruh sistem dan metode kerja dalam proses pengerjaan proyek MRT Jakarta. “PT MRT Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas ketidaknyamanan yang timbul dari insiden ini,†tutur Tubagus.
Sumber: Tempo
Editor : Administrator