SUKABUMIUPDATE.com - Warga Kecamatan Antapani, Bandung, Jawa Barat, mengalami krisis airselama kurang lebih sebulan. Kecamatan ini pada awal September lalu dinobatkan sebagai wilayah paling bahagian di Bandung oleh Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bandung.
Warga Antapani, Andrian Salam menyebutkan, krisis air itu sudah dialami selama hampir sebulan. "Saya langganan air di PDAM Tirtawening. Sejak awal bulan ini kesulitan air. Saya terpaksa beli," kata Andrian yang tinggal di Jalan Subang, Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, kepada Tempo, Rabu, 20 September 2017.
Untuk membeli air bersih sebanyak 15 jeriken berukuran sedang, ia harus mengeluarkan uang sebesar Rp 35 ribu. 15 jerikan itu mampu memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci selama tiga hari. "Di sini kalau mompa air tanah, airnya jelek. Tidak laik minum," kata dia.
Kondisi serupa dialami oleh Ayu Pratiwi Ulfah warga Antapani Kulon. Ia menyebutkan rumahnya beberapa hari mengalami kesulitan air. Untuk memenuhi kebutuhannya, ia harus menampung air pada malam hari.
"Sering agak susah. Mungkin saling sedot ya. Jadi kadang harus (nampung air) malem banget," kata dia. "Kebetulan juga di rumah punya penampungan air."
Krisis air di wilayah Antapani diakui Direktur Utama PDAM Tirtawening, Sony Salimi. Ia menyebutkan, selain Antapani terdaoat beberapa wilayah di Kota Bandung yang mengalami kesulitan air pada musim kemarau tahun ini. "Bukan hanya di Antapani, ada beberapa wilayah yang distribusi airnya terkendala," kata dia saat dihubungi Tempo.
Menurutnya, kesulitan air pada warga yang berlangganan ke PDAM disebabkab oleh menurunnya kapasitas air baku yang dimiliki PDAM Tirtawening. "Ini dampak lanjutan dari air baku yang menurun," kata dia.
Krisis air pun dialami oleh warga Kota Bandung yang tinggal di kawasan Margahayu, Riung Bandung, Pagarsih dan wilayah lainnya. "Banyak warga yang mengeluh," ucapnya.
Sumber: Tempo
Editor : Administrator