SUKABUMIUPDATE.com - Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK yang terdiri dari sejumlah organisasi masyarakat mengungkapkan kekecewaannya terhadap aparat hukum dalam penyelesaian kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan. Enam bulan berlalu, kasus tersebut belum menemukan titik terang.
"Kami kecewa terhadap aparatur hukum yang seharusnya bisa menuntaskan kasus ini dengan cepat. Saat ini sudah 128 hari penyerangan terhadap Novel. Apabila kita lihat model kasus ini sebenernya mudah saja untuk diungkap," ujar Dahnil Simanjuntak, salah satu perwakilan koalisi di gedung KPK, Rabu, 11 Oktober 2017.
Dahnil mengatakan dirinya pesimis atas penyelidikan kasus yang tak kunjung tuntas. Ia pun berharap agar Presiden Joko Widodo bisa membentuk tim gabungan pencari fakta untuk membantu mempercepat penuntasan kasus tersebut.
"Kalau Jokowi mau menuntaskan hutang-hutang kampanye beliau bahwa agenda pemberantasan korupsi menjadi agenda utama maka harusnya TGPF bisa menjadi jalan untuk menuntaskan kasus ini," kata Dahnil.
Dahnil juga meminta agar segenap anggota KPK mendukung Novel Baswedan. "Agar memperkuat barisan untuk melawan berbagai aksi teror terhadap segenap penyidik dan pimpinan KPK," ujarnya.
Penyerangan terhadap Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017. Ia disiram air keras oleh dua orang tak dikenal dalam perjalanan pulang usai salat Subuh di masjid dekat rumahnya. Polisi telah memeriksa puluhan saksi, termasuk menangkap sejumlah orang yang sempat diduga menjadi pelaku. Namun hingga saat ini. pelaku dan motif penyerangan belum juga terungkap.
Sumber: Tempo
Editor : Administrator