SUKABUMIUPDATE.com - Juara dunia moto gp 2025, Marc Marquez mengejutkan publik karena membahas cukup dalam soal rencana pensiun dini dari balapan. Apakah Marc Marquez takut kalah di musim 2026 atau karena bertubi-tubi cidera membuat fisiknya semakin lemah?
Bicara pensiun diungkap Marc Marquez dalam wawancara terbuka bersama media Spanyol, La Sexta. Dia menilai keputusan pensiun selalu menjadi dilema terbesar bagi atlet profesional. Juara dunia MotoGP tujuh kali itu mengakui jika kondisi fisik menjadi faktor utama yang akan menentukan akhir karirnya.
Meski absen pada empat seri terakhir MotoGP 2025 akibat cedera bahu, Marc Marquez masih menjadi favorit juara untuk musim 2026. Performa moncer bersama Ducati membuatnya kembali menjadi pusat perhatian dunia balap motor.
Baca Juga: PBNU dan Muhammadiyah Kompak Bantah Pelapor Pandji Bukan Bagian dari Organisasinya
Namun kontraknya bersama Ducati akan berakhir pada akhir musim 2026, bertepatan dengan transisi menuju regulasi baru MotoGP pada 2027. “Hal tersulit bagi seorang atlet adalah mengetahui kapan dan bagaimana harus pensiun, serta berapa lama harus terus melanjutkan,” ujar Marc Marquez dalam wawancara bersama media spanyol La Sexta baru-baru ini..
Marquez kemudian mengakui sinyal pensiun datang lebih banyak dari kondisi fisik dibandingkan faktor mental. “Saya sudah tahu saya akan pensiun lebih cepat karena tubuh saya akan mendorong saya lebih keras dibandingkan pikiran saya,” lanjut Marquez.
Pria Spanyol itu menyadari MotoGP merupakan olahraga dengan resiko cedera tinggi. Bertahun-tahun ia merasa keberuntungan masih berpihak kepadanya. “Kami berada di olahraga dengan banyak cedera, dan dengan semua risiko yang sudah saya ambil, sejauh ini saya merasa sangat beruntung hingga fase akhir ini,” ucapnya.
Baca Juga: 2 Pemdes di Ciemas Kelimpungan, Perkebunan Sawit di Wilayahnya Belum Lunasi PBB
Pada momen itu Marc Marquez juga menegaskan tubuhnya punya batas meski mentalnya masih sangat tinggi untuk gas poll di lintasan. “Saya harus memahami kondisi tubuh saya setiap tahun, karena secara mental saya seperti roket,” tambahnya.
Selain soal masa depan di Moto GP, dalam kesempatan itu Marc Marquez juga menyinggung soal kehidupan pribadi. Ia ingin menjadi seorang ayah.
Meski dia mengaku tidak ingin anaknya kelak terjun ke dunia balap motor karena beban besar yang akan menyertai nama keluarganya. Dia menilai nama besar Marquez tidak selalu membawa dampak positif dalam kompetisi.
Baca Juga: Penyintas Tanah Bergerak di Purabaya Sukabumi Menunggu Relokasi, Ai Sri Mulyati: Kita Coba Lewat CSR
“Menyandang nama belakang saya tidak akan membantu mereka sama sekali. Jelas ada keuntungan, secara finansial misalnya,” ujarnya.
Editor : Fitriansyah