Sukabumi Update

Lari Jarak Jauh YTBY Runner, Cerita Perjalanan dan Kebersamaan: Bandung - Sukabumi - Ujunggenteng

event lari YTBY Runner dari Sukabumi ke Ujunggenteng (Sumber: YTBY Runner)

SUKABUMIUPDATE.com - Komunitas YTBY runner membuat event istimewa yang cukup melelahkan. Ide sederhana dari dalam komunitas yang berubah menjadi salah satu perjalanan paling emosional, sukses lari dari Bandung ke Sukabumi sejauh 90 KM menyusul event sebelumnya yang juga tak kalah jauh trek Sukabumi menuju Ujunggenteng sejauh 142 KM.

“Tiba-Tiba Ultra” adalah ultra road run yang diprakarsai oleh Ari, anggota YTBY Runner. Ide ini muncul pada bulan Oktober 2025 dan hanya dipersiapkan selama tiga bulan. Acara ini tidak dirancang untuk menjadi tontonan besar, melainkan sebagai ujian naluri, kepercayaan, dan seberapa jauh sekelompok kecil pelari bisa melangkah bersama.

Para pelari memulai perjalanan dari Gegerkalong, Bandung pada pukul 19.00 WIB, memasuki malam yang perlahan mengubah segalanya. Pada tengah malam, mereka tiba di water station pertama di Rajamandala, setelah melewati lebih dari 40 kilometer. Di sana mereka berhenti sejenak untuk makan dan melakukan peregangan. Namun tanpa mereka sadari, bagian tersulit dari perjalanan justru baru dimulai.

Baca Juga: Jalur Bagbagan–Kiaradua Bisa Dilalui Usai Longsor, Pengendara Diminta Tetap Waspada

Memasuki jalur dari Rajamandala menuju Cianjur, kondisi mulai terasa sangat berat. Dua pelari pendamping, Nabil dan Nazar, mengalami muscle spasm dan neuromuscular fatigue, kondisi dimana otot kaki mengunci dan kehilangan respons meskipun tubuh masih ingin bergerak. Pada kilometer 60 lebih, keduanya harus dievakuasi.

Di titik itu, Ari melanjutkan lari sendirian. Selama hampir dua jam, ia berlari sendiri di bawah cahaya bulan, melewati jalanan yang sunyi, hanya ditemani napas dan tekad untuk terus maju sampai bertemu kembali dengan timnya.

“Lebih baik terus bergerak daripada berhenti karena bakal kerasa jauh lebib berat,” kata Ari dari rilis yang diterima sukabumiupdate.com, Selasa (13/1/2-2026).

Baca Juga: PSSI Resmi Perkenalkan John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia

Mereka akhirnya kembali berkumpul di Citimall, Cianjur, lalu melanjutkan perjalanan bersama menuju Sukabumi. Saat memasuki wilayah Warungkondang, hujan turun dan membuat kondisi semakin menantang, sekaligus menjadi simbol bahwa tidak ada lagi ruang untuk ragu.

Di Cimangkok pada KM 75, tim YTBY Runner menyambut dan mengawal para pelari hingga memasuki kota Sukabumi. Setelah menempuh 90,17 kilometer, dengan total elevasi 820 meter, dalam waktu 14 jam 05 menit 19 detik, para pelari akhirnya mencapai garis akhir di Sukabumi dan disambut oleh komunitas YTBY di Garage Coffee sebagai titik finish.

Tiba-tiba ultra, lari dari Bandung ke Sukabumi ala komunitas YTBY RunnerTiba-tiba ultra, lari dari Bandung ke Sukabumi ala komunitas YTBY Runner

““Tiba-Tiba Ultra” bukan tentang kecepatan atau podium. Ini tentang bertahan saat jalan terasa sepi, tentang tetap melangkah saat nyaman sudah hilang, dan tentang bergerak bersama, bahkan ketika bersama berarti harus berlari sendiri untuk sementara waktu,” pungkas Ari.

Baca Juga: Pajak Media dan Buku RI Tertinggi di ASEAN, #NoTaxForKnowledge Menggema

Cerita dari Sukabumi ke Ujunggenteng

Beberapa waktu sebelumnyta, Komunitas YTBY Runner menyelesaikan Endless Motion, ultra relay run sejauh 142,39 kilometer dari Kota Sukabumi menuju Ujung Genteng di Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi. Sebuah perayaan satu tahun komunitas dalam program Year in Motion. Perjalanan ini ditempuh dalam waktu total 16 jam 43 menit oleh enam pelari utama dengan dukungan pelari cadangan, marshal, tim medis, dan kru komunitas.

Endless Motion bukan sekadar lari jarak jauh. Ini adalah proyek komunitas yang menggabungkan olahraga, kolaborasi, dan semangat kebersamaan. Enam pelari inti berlari secara bergantian dalam sistem relay, melewati jalur kota, perbukitan, hutan, hingga pesisir selatan Sukabumi. Setiap kilometer dijalani sebagai simbol dari nilai utama YTBY Runner yaitu United by Distance, Bonded by Passion.

Baca Juga: Poin-poin PP Tunas: Game Online dan Medsos Bakal Dibatasi untuk Anak-anak

Acara ini menjadi salah satu ultra relay run berbasis komunitas pertama di Sukabumi yang menghubungkan dua wilayah berbeda dalam satu perjalanan berkesinambungan. Rute Sukabumi ke Ujunggenteng dipilih bukan hanya karena tantangan fisiknya, tetapi juga sebagai representasi perjalanan emosional dan solidaritas tim.

Selama 16 jam 43 menit, para pelari menghadapi hujan, medan menanjak, jalanan licin, lalu lintas berat, hingga panas pesisir. Namun dibalik semua itu, yang menjadi kekuatan utama bukan hanya fisik, melainkan kerja sama antar pelari dan dukungan dari seluruh kru yang bertugas di sepanjang rute.

Gugun, Captain YTBY Runner dan salah satu pelari utama dalam Endless Motion, menyampaikan bahwa perjalanan ini jauh melampaui sekadar tantangan fisik.

Baca Juga: Raih 14 Medali SEA Games 2025, UPI Beri Apresiasi Pembebasan UKT

“Endless Motion ini bukan tentang siapa yang paling kuat, tapi tentang siapa yang mau terus maju bareng. Di beberapa titik, tubuh sudah ingin berhenti, tapi ketika lihat teman-teman di samping kita masih berjuang, rasanya nggak mungkin untuk menyerah. Itu yang ingin kami tunjukkan lewat lari ini,” ujar Gugun dalam rilisnya kepada sukabumiupdate.com,

Menurut Gugun, Endless Motion juga menjadi wujud bagaimana komunitas lari lokal mampu menginisiasi gerakan besar secara mandiri, terorganisir, dan bermakna. Dari perencanaan rute, water station, tim medis, hingga dokumentasi, seluruh kegiatan ini dijalankan oleh kolaborasi antar anggota dan mitra komunitas.

“YTBY Runner mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya para pelari, pelari cadangan, marshal, tim medis, dan kru lapangan yang memastikan perjalanan ini berjalan dengan aman dan lancar. Melalui Endless Motion, YTBY Runner ingin menegaskan bahwa lari bukan hanya tentang jarak dan waktu, tetapi tentang orang-orang yang menjalaninya bersama. Dari Sukabumi hingga Ujung Genteng, 142,39 kilometer ini menjadi bukti bahwa komunitas mampu bergerak lebih jauh ketika dilakukan dengan satu semangat yang sama,” pungkasnya.

 

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT