SUKABUMIUPDATE.com - Como 1907 merupakan salah satu klub Serie A yang promosi pada musim 2024/2025 setelah berhasil finis menjadi runer-up dengan koleksi 73 poin berbeda 3 angka dari Parma yang berhasil menjuarai Serie B musim 2023/2024 lalu.
Kiprah awal di Serie A musim 2024/2025 cukup baik hingga akhir musim I Lariani berhasil menempati posisi kesepuluh klasemen akhir Serie A. Hal ini menjadi catatan positif bagi salah satu tim promosi di Liga Italia. Sedangkan di musim ini, tim asuhan Cesc Fabregas menempati urutan ketujuh hingga pekan ke-24 Serie A, menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan bagi lawannya.
Baca Juga: Barongsai hingga Penyalaan Lilin, Ini Rangkaian Imlek di Vihara Widhi Sakti
Melansir dari transfermark.co.id, Como FC memiliki para pemain yang memiliki rata-rata usia 26 tahun. Salah satu pemain yang menjadi andalan tim ini yaitu, Nico Paz yang menjadi komoditi panas transfer musim dingin lalu. Nico yang berperan sebagai playmaker sempat dikabarkan dilirik oleh raksasa Spanyol, Real Madrid.
Como 1907 merupakan kebanggaan kota Como di wilayah Italia bagian utara. Klub ini bermarkas di Stadio Giuseppe Sinigaglia, sebuah stadion yang menawarkan sajian menarik. Terletak tepat di tepi Danau Como, stadion ini menghadirkan pemandangan kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan dengan latar tebing-tebing tinggi yang menjulang. Suasana tersebut menciptakan pengalaman menarik bagi para pendukung yang datang menyaksikan Como berlaga.
Baca Juga: Pantauan Harga di Pasar Sukabumi, Daging, Cabai, dan Ikan Kompak Naik Jelang Ramadan
Berikut 4 Fakta Menarik Tim Como 1907;
1. Dimiliki oleh Taipan asal Indonesia
Saat ini Como 1907 dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia, Hartono bersaudara yang juga merupakan pemimpin Grup Djarum dan BCA. Pada tahun 2019 Como beralih kepemilikan dan memberikan kesempatan pada legenda sepak bola dunia asal Prancis, Thierry Henry dan Cesc Fabregas untuk berkesempatan memiliki saham minoritas. Selain itu, mantan pemain Chelsea, Dennis Wise diberikan wewenang menjadi presiden Como 1907.
2. Pasang Surut Performa
Tim Como berdiri sejak 25 Mei 1907 dengan nama asli Calcio Como. Kompetisi resmi yang diikuti klub ini pada tahun 1912/1913 yang saat ini menjadi salah satu peserta Promotion League.
I Lariani sempat mengalami inkonsisten di Liga Italia. Musim 1940 hingga 1960, nasib Como tak karuan setelah bermain di Serie A, B dan C. Meskipun demikian, Como sempat meraih gelar antara lain di Piala Liga Allievi Nazionali, Coppa Italia Serie D dan Serie C.
Baca Juga: Puluhan Sopir Angkot di Surade Demo Tolak Wara-Wiri Angkut Penumpang di Trayek
Musim 2002/2003, harapan baru hinggap di klub ini setelah berhasil promosi ke Serie A. Namun, Como di musim tersebut hanya duduk di urutan bawah klasemen dan kembali harus turun kasta ke Serie B.
3. Dinyatakan Bangkrut
Sejak lama berkutat di Serie B, kondisi manajemen Como mulai tidak stabil. Klub tersebut dilanda persoalan keuangan hingga akhirnya dinyatakan bangkrut pada Desember 2004. Saat itu, tidak ada investor yang benar-benar mengambil alih Como.
Beruntung, Como masih bisa bangkit dan kembali berkompetisi sebagai tim profesional di Serie D pada musim 2005/06. Namun, masalah finansial kembali menghantam dan Como sekali lagi dinyatakan bangkrut pada 2016. Perusahaan Akosua Puni Essien kemudian mengakuisisi klub dan mengganti namanya menjadi FC Como. Karena status kebangkrutan itu, Como harus memulai lagi dari Serie D pada musim 2017/18.
Baca Juga: Harga Daging Ayam Naik, Penjualan Turun: Pedagang Pasar Surade Tertekan Jelang Ramadan
4. Kembali Bermain di Seri A
Pada 2019, Como menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan berhasil naik kasta ke Serie C. Dua tahun berselang, mereka kembali promosi ke Serie B pada 2021.
Setelah tiga musim berjuang di kompetisi tersebut, Como akhirnya memastikan tiket ke Serie A untuk musim 2024/2025. Secara keseluruhan, klub ini membutuhkan waktu sekitar 21 tahun untuk kembali menapakkan kaki di level tertinggi sepak bola Italia.
Kini Como berhasil lolos ke babak semifinal Coppa Italia untuk pertama kalinya sejak 40 tahun silam setelah berhasil mengalahkan Napoli melalui drama adu penalti.
Sumber: dari berbagai sumber
Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid