SUKABUMIUPDATE.com - Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, memberikan kritik terhadap pemain Benfica, Gianluca Prestianni setelah melakukan tindakan rasis terhadapnya di leg pertama babak playoff 16 besar Liga Champions pada Rabu dinihari, tindakan tersebut memaksa wasit menghentikan pertandingan selama 10 menit di babak kedua.
Vini Jr yang berhasil mencetak gol melalui tendangan melengkung menit ke-50 sekaligus memberikan kemenangan bagi Real Madrid. Setelah melakukan selebrasi, Ia diadang oleh Prestianni. Pemain asal Argentina tersebut terlihat berbicara dengan Vini sembari menutup mulut dengan kausnya. Setelah itu, Vini berlari ke arah wasit untuk memberikan keterangan atas perlakukan Prestianni. Setelah itu, wasit Francois Letexier memberikan isyarat menyilangkan tangannya yang menunjukan telah ada tindakan rasis.
Baca Juga: Cuaca Jabar 18 Februari 2026, Sukabumi Potensi Berawan di Pagi Hari
Setelah itu, laga yang digelar di Estadio Da Luz harus ditunda selama 10 menit, karena Vini yang tertekan, Ia terlihat berbicara dengan Alvaro Arbeloa, pelatih Benfica, Jose Mourinho dan rekan satu timnya.
Arbeloa memberikan keterangan setelah pertandingan berlangsung, Ia mengatakan bahwa skuad Real Madrid bisa saja meninggalkan lapangan dengan cepat jika Vinicius menginginkannya, tetapi setelah berdiskusi, para pemain Real Madrid bersedia melanjutkan pertandingan.
"Toleransi terhadap rasisme harus nol. Hal-hal seperti itu tidak boleh terjadi di lapangan pada tahun 2026. Saya bertanya kepadanya (Vini) apakah dia ingin terus bermain. Saya mengatakan kepadanya bahwa kami bersamanya. Kita harus selalu berada di sisinya." ujarnya dilansir dari espn.
Sementara itu, Kylian Mbappe mengatakan bahwa Plestianni telah melakukan pelecehan rasis terhadap Vini di beberapa momen saat pertandingan, Ia pun berujar bahwa Prestianni tak layak bermain di Liga Champions. Sementara itu, bek kanan Real Madrid, Trent Alexander Arnold mengatakan bahwa “Tidak ada tempat untuk hal seperti ini. Tapi jika kejadian ini terjadi, kita hanya dapat menanganinya seperti yang kita lakukan malam ini,” ujarnya.
Sementara itu, para pemain Benfica mengatakan bahwa Prestianni mengatakan bahwa Prestianni melakukan provokasi terhadap Vini namun tak ada nada rasis yang dilakukannya. "Saya bertanya kepadanya dan dia mengatakan itu adalah provokasi biasa antar pemain selama pertandingan. Dia mengatakan itu bukan hal yang rasis." ujarnya Leandro Barreiro.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026
Sementara itu, pihak Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) memberikan pernyataan sekaligus mendukung Vinicius Junior. "CBF menyatakan solidaritasnya kepada Vinícius Júnior, korban dari tindakan rasisme lainnya. Rasisme adalah kejahatan. Itu tidak dapat diterima. Rasisme tidak boleh ada di sepak bola atau di mana pun. Vini, kamu tidak sendirian,” tulisnya.
Benfica akan bertandang ke Madrid pekan depan untuk pertandingan leg kedua babak playoff di Bernabeu pada tanggal 26 Februari mendatang.
Sumber: espn.com
Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid