Sukabumi Update

UEFA Kirim Penyidik untuk Usut Tuntas Kasus Rasis di Laga Benfica vs Real Madrid

Selebrasi Vinicius Jr setelah mencetak gol untuk Real Madrid saat lawan Benfica (Sumber: web/realmadrid.com)

SUKABUMIUPDATE.com - UEFA selaku federasi tertinggi sepak bola Eropa telah memilih perwakilan mengenai etika dan disiplin untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus tuduhan rasisme yang diterima penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, saat pertandingan playoff babak 16 besar Liga Champions pada Rabu dini hari kemarin. 

Pemain asal Brasil tersebut mencetak gol semata wayang Real Madrid kala bermain di Estadio da Luz, namun setelah melakukan selebrasi, Ia terlibat adu mulut dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, Vini menuduh gelandang asal Argentina tersebut melakukan rasisme. 

Melansir dari espn, wasit yang memimpin pertandingan menghentingkan pertandingan selama 10 menit dengan melakukan gestur menyilangkan tangan tanda adanya rasisme. Gianluca Prestianni terancam absen sampai 10 pertandingan jika terbukti bersalah jika mengacu pada kode disiplin UEFA.

Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.318,6 Triliun

“UEFA menyatakan bahwa seorang Inspektur Etika dan Disiplin telah ditunjuk untuk menyelidiki dugaan tindakan diskriminatif yang terjadi dalam laga play-off fase gugur Liga Champions UEFA musim 2025/2026 antara Benfica dan Real Madrid pada 17 Februari 2026,” tulis UEFA. 

Presiden FIFA, Gianni Infantino menulis di akun instagram dirinya dengan menulis Ia mengaku sedih melihat adanya dugaan rasisme dan memberikan pujian pada wasit yang memimpin pertandingan dengan menerapkan protokol anti-rasisme. 

"Sama sekali tidak ada tempat untuk rasisme dalam olahraga kita dan dalam masyarakat. Kita membutuhkan semua pemangku kepentingan terkait untuk mengambil tindakan dan meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang bertanggung jawab." tulis Infantino di media sosialnya. 

Baca Juga: Tiga Pekerja Meninggal, BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Salurkan Santunan dan Beasiswa Anak

Namun Gianluca Prestianni membantah tudingan yang dilontarkan Vinicius Junior melalui media sosial. Ia menegaskan bahwa pemain timnas Brasil tersebut keliru dalam memahami apa yang Ia kira telah didengarnya.

Sementara itu, Benfica menilai para pemain Real Madrid tidak mungkin mendengar dugaan pelecehan rasis tersebut karena suasana stadion yang bising serta jarak antar pemain di lapangan.

Mantan kapten Benfica, Luisao, termasuk sosok yang turut mengkritik sikap klub asal Portugal itu. Benfica dijadwalkan bertandang ke Santiago Bernabeu pada 25 Februari untuk melakoni leg kedua. Mereka harus membalikkan ketertinggalan 0-1 dari pertemuan pertama jika ingin lolos ke babak berikutnya.

Sumber: espn.com

Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid

Tags :
BERITA TERKAIT