SUKABUMIUPDATE.com - Cristiano Ronaldo diperkirakan akan melakukan tes medis untuk mengetahui seberapa parah cedera otot yang dialaminya saat Al Nassr menang atas Al Fayha 3-1 pada Minggu dinihari WIB. Ronaldo yang kini menginjak usia 41 tahun, sempat gagal mengeksekusi tendangan penalti. Ia ditarik keluar di menit 80 setelah memberikan isyarat ke bangku pemain.
Beruntung bagi Al Nassr, meski Ronaldo gagal cetak gol, Sadio Mane, Abdullah Al-Hamdan dan gol bunuh diri Orlando Mosquera memberikan kemenangan penting bagi tim. Sekaligus memperkokoh posisi di puncak klasemken dengan torehan 61 gol. Cristiano Ronaldo cs masih unggul dua angka dari Al Ahli Saudi.
Baca Juga: Ditemukan Terbungkus Kresek, Bayi di Parungkuda Alami Hipotermia dan Dirawat Intensif
Melansir dari dailymail.co.uk, kapten Timnas Portugal tersebut nampak kesulitan saat berjalan keluar lapangan, setelah itu Ia terlihat menggunakan kompres es di kakinya saat duduk di bangku cadangan. Cedera tersebut membuat para pendukung Portugal khawatir mengenai keadaan Ronaldo jelang Piala Dunia 2026 yang akan dihelat bulan Juni nanti.
Piala Dunia tahun ini menjadi yang keenam dan diperkirakan terakhir bagi Ronaldo, Ia berharap agar cederanya tak terlalu serius. Jorge Jesus, selaku pelatih Al Nassr mengatakan bahwa Ronaldo mengalami kelelahan otot dan tim medis segera melakukan tes untuk mengetahui seberapa parah kondisinya.
Baca Juga: Geger di Parungkuda: Bayi Laki-Laki Ditemukan Terbungkus Plastik Hitam di Kebun Warga
Kegagalan penalti saat menghadapi Al Fayha merupakan yang ke-35 selama kariernya. Cristiano Ronaldo hanya terpaut 35 gol untuk mencapai targetnya mencetak 1.000 gol sebelum pensiun. Ronaldo telah mencetak 181 gol dari titik penalti, yang berarti ia hanya gagal dalam 16,2 persen dari total 216 tendangan penaltinya.
Al-Nassr FC dijadwalkan menghadapi wakil Uni Emirat Arab, Al-Wasl FC, pada babak perempat final Liga Champions Asia dalam dua pekan ini. Namun, laga tersebut terpaksa ditunda.
Penundaan itu terjadi akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran, yang oleh Presiden Donald Trump. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa rudal-rudal diluncurkan dengan sasaran Israel serta beberapa wilayah lain di kawasan Timur Tengah, sehingga situasi keamanan menjadi semakin tidak menentu.
Sumber: dari berbagai sumber
Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid