Sukabumi Update

Maroko Resmi Juara Piala Afrika, Gelar Senegal Dibatalkan oleh CAF

Selebrasi Brahim Diaz setelah mencetak gol untuk Maroko di Piala Arika (Sumber: Instagram/@caf_online)

SUKABUMIUPDATE.com - Maroko secara tiba-tiba mendapatkan gelar Piala Afrika setelah pada hari Selasa waktu setempat. Hakim banding secara resmi membatalkan gelar Senegal di laga final yang berlangsung pada bulan Januari lalu. 

Konfederasi Sepak Bola Afrika menyatakan bahwa komite bandingnya telah memutuskan Senegal dianggap kalah pada laga final, sehingga kemenangan 1-0 yang diraih melalui perpanjangan waktu diubah menjadi kemenangan WO 3-0 untuk tuan rumah Maroko.

Pada partai final yang berlangsung 18 Januari di Rabat, para pemain Senegal yang dipimpin Pape Thiaw sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes saat perpanjangan waktu 15 menit. Situasi semakin memanas ketika suporter mencoba masuk ke lapangan, menyusul keputusan penalti untuk Maroko yang dinilai krusial.

Baca Juga: Mensesneg Pastikan Anggaran MBG dan Kopdes Tak Dipotong di Tengah Wacana Penghematan

Setelah laga dilanjutkan, eksekusi penalti Brahim Diaz yang kontroversial berhasil digagalkan oleh kiper Edouard Mendy. Senegal kemudian mampu mencetak satu-satunya gol pada babak tambahan waktu.

Ketegangan sudah terasa sebelumnya, terutama ketika Senegal gagal memaksimalkan peluang beberapa menit sebelum penalti diberikan. Bahkan pada menit kedua extra time, gol Senegal sempat dianulir akibat pelanggaran Abdoulaye Seck, meski tayangan ulang menunjukkan kontak yang sangat minim terhadap bek Maroko, Achraf Hakimi.

Baca Juga: Bertemu Gubernur Dedi Mulyadi, Ayep Zaki Dorong Pembetonan Jalan Merbabu Kota Sukabumi

Dalam sidang disiplin awal, Confederation of African Football menjatuhkan denda lebih dari 1 juta dolar AS serta sanksi kepada pemain dan ofisial dari kedua tim, namun tidak mengubah hasil akhir pertandingan.

Dalam sebuah pernyataan, Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) mengatakan "pendekatannya tidak pernah dimaksudkan untuk menantang kinerja olahraga tim-tim yang berpartisipasi dalam kompetisi ini, tetapi semata-mata untuk meminta penerapan peraturan kompetisi."

"Federasi menegaskan kembali komitmennya untuk menghormati aturan, memastikan kejelasan dalam kerangka kompetitif, dan menjaga stabilitas dalam kompetisi Afrika," tambahnya.

Baca Juga: Resep Bolu Bakar Keju Premium, Hidangan Lembut dan Wangi Untuk Lebaran

Namun, Senegal dapat mengajukan kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang berpusat di Lausanne, Swiss. CAF mengutip pasal 82 peraturan turnamen untuk acara utamanya untuk membenarkan putusan yang diberlakukan dalam banding, meskipun tidak pada sidang pertama.

Sumber: espn.com

Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid

Tags :
BERITA TERKAIT