SUKABUMIUPDATE.com - Alejandro Garnacho tengah menjalani salah satu fase paling sulit dalam kariernya. Kepindahannya dari Manchester United ke Chelsea belum memberikan hasil sesuai harapan, meski musim Liga Inggris 2025/2026 segera berakhir. Bahkan, ia juga tidak mendapat panggilan untuk memperkuat Timnas Inggris di Piala Dunia FIFA 2026.
Pada musim 2024/2025, Garnacho sebenarnya menjadi salah satu pemain paling sering tampil bersama Manchester United. Namun, kontribusinya dinilai belum maksimal. Performa yang menurun, terutama di penghujung musim, membuatnya tersisih dari skuad final Liga Eropa. Situasi tersebut menjadi awal dari konflik internal yang berujung pada keputusannya untuk hengkang. Di bawah arahan Ruben Amorim, Ia tak lagi masuk dalam rencana jangka panjang tim.
Baca Juga: Diduga Gagal Nyalip, Mobil L300 Hantam Pembatas Jalan hingga Terbalik di Flyover Jalur Lingsel
Saat bergabung dengan Chelsea dengan ekspektasi besar, kenyataannya justru berbanding terbalik. Dari 20 penampilan di Liga Inggris, Garnacho hanya mampu mencetak satu gol, catatan yang terbilang minim untuk seorang pemain lini depan.
Dampaknya juga terasa di level internasional. Garnacho sempat dipandang sebagai salah satu masa depan Tim nasional Argentina sejak debutnya pada 2023 dan menjadi starter pertama pada 2024. Namun, dalam 18 bulan terakhir Ia tidak lagi dipanggil, dengan penampilan terakhirnya terjadi pada November 2024.
Baca Juga: Pesona Pantai Tenda Biru Surga Tropis di Ujunggenteng Sukabumi
Dalam daftar skuad untuk laga Maret 2026, pelatih Lionel Scaloni kembali tidak menyertakan namanya. Keputusan ini hampir dipastikan menutup peluang Garnacho tampil di Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, Garnacho sempat memiliki peluang bergabung dengan Bayern Munchen pada bursa transfer musim panas 2025. Namun, ia memilih Chelsea sebuah keputusan yang kini dinilai kurang tepat dan berdampak pada kemunduran kariernya.
Baca Juga: Tragedi Pantai Tenda Biru Ujunggenteng, Dispar dan TNI AU Melayat ke Rumah Duka
Dari sosok pemain muda penuh potensi, Garnacho kini harus menghadapi kenyataan pahit. Jika ingin bangkit dan kembali ke level terbaik, target paling realistis baginya saat ini kemungkinan adalah Piala Dunia FIFA 2030, dengan proses kebangkitan yang harus dimulai dari awal.
Sumber: dari berbagai sumber
Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid