SUKABUMIUPDATE.com - Gabriele Gravina, Presiden federasi sepak bola Italia (FIGC) dituntut mundur oleh Menteri Olahraga Italia setelah Gli Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Kekalahan Italia melalui adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina yang berada di peringkat ke-66 dalam babak playoff kualifikasi terjadi setelah Italia tersingkir di babak yang sama oleh Swedia menjelang Piala Dunia 2018 dan oleh Makedonia Utara pada tahun 2022.
"Sudah jelas bagi semua orang bahwa sepak bola Italia perlu dirombak,"dan proses itu perlu dimulai dengan kepemimpinan baru di FIGC." ujar Menteri Olahraga, Andrea Abodi dilansir dari espn.
Baca Juga: Jembatan Gantung Cibugel Putus: 5 Motor Terjebak, Pengendara Jatuh ke Sungai
Gravina masih menjadi Presiden FIGC setelah lolos dari babak kualifikasi Piala Dunia 2022. "Minggu depan kita akan merenungkan situasi ini lebih dalam. Ada banyak evaluasi yang perlu dipertimbangkan." ujar Gravina.
Pelatih Italia, Gennaro Gattuso, juga belum memberikan indikasi apa pun tentang masa depannya sendiri setelah mengambil alih posisi tersebut ketika Luciano Spalletti dipecat setelah Italia kalah dalam pertandingan kualifikasi pembuka melawan Norwegia tahun lalu.
"Saya sama sekali tidak tertarik membicarakan masa depan saya hari ini, Ini menyakitkan, sungguh menyakitkan. Lebih dari sekadar menyakitkan saya, menyakitkan melihat tim ini yang telah memberikan segalanya selama beberapa bulan ini dan saya pikir kami pantas mendapatkan kembali apa yang telah kami berikan,” ujar Gattuso.
Baca Juga: Resep Nugget Goreng Sambal Pecak, Menu Pedas yang Menggugah Selera Makan
Legenda AC Milan tersebut dikontrak oleh pihak federasi hingga akhir Piala Dunia 2026 nanti, namun dirinya diberikan opsi perpanjangan kontrak hingga 2028 jika Azzurri lolo ke turnamen yang digelar di Amerika, Kanada dan Meskiko.
Kendati Gattuso belum memberikan keterangan mengenai masa depannya di timnas Italia, pihak federasi telah memberikan sinyal bahwa Ia akan tetap menagangani tim. "Saya harus memuji Gattuso. Saya pikir dia adalah pelatih yang hebat, dia memang pelatih yang hebat, saya telah memintanya untuk tetap bertanggung jawab atas para pemain ini," kata Gravina.
Sementara di Serie A, prestasi klub pun tengah menjadi sorotan. Di turnamen Eropa, lkub Italia terakhir yang memenangkan Liga Champions adalah Inter Milan pada tahun 2010, sementara di Liga Champions musim ini, keempat klub Italia tersingkir sebelum perempat final.
Baca Juga: Membandel! Lapak Tambal Ban yang Kuasai Trotoar di Cibadak Ditertibkan Petugas
Mantan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi menambahkan: "Sayangnya, tersingkir untuk ketiga kalinya berturut-turut dari Piala Dunia bukanlah lelucon April Mop. Ini adalah tanda bahwa sepak bola Italia telah gagal. Sepak bola bukan hanya hiburan di negara kita,” ujarnya.
Sumber: espn.com
Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid