Sukabumi Update

Lamine Yamal Kecam Nyanyian Rasis di Pertandingan Spanyol vs Mesir

Aksi Lamine Yamal saat membela Spanyol menghadapi Mesir (Sumber: Instagram/@sefutbol)

SUKABUMIUPDATE.com - Lamine Yamal menyatakan bahwa nyanyian bernada rasis yang terdengar dalam laga antara Spanyol melawan Mesir yang berakhir 0-0 di Barcelona pada Rabu dinihari adalah tindakan yang tidak sopan dan tidak bisa ditoleransi.

Pihak kepolisian di Spanyol tengah menyelidiki nyanyian bernuansa “Islamofobia dan xenofobia” yang muncul pada babak pertama pertandingan persahabatan yang digelar di Stadion RCDE.

Saat jeda pertandingan, layar stadion menampilkan peringatan kepada penonton agar tidak melontarkan ujaran atau nyanyian bernuansa xenofobia. Pesan tersebut kembali ditayangkan di awal babak kedua, namun justru memicu siulan dari sebagian suporter.

Baca Juga: Ada yang Tembus ITB, Ratusan Pelajar SMA Negeri di Kabupaten Sukabumi Lolos SNBP 2026

Dalam unggahan di Instagram, Yamal menegaskan bahwa meski nyanyian tersebut ditujukan kepada tim lawan dan bukan secara pribadi kepadanya, sebagai seorang Muslim ia tetap menganggapnya tidak pantas dan tidak dapat diterima. Ia juga menambahkan bahwa menggunakan agama sebagai bahan ejekan di lapangan merupakan tindakan bodoh sekaligus rasis.

Menurutnya, sepak bola seharusnya menjadi ajang hiburan dan dukungan positif, bukan tempat untuk merendahkan orang lain berdasarkan identitas atau keyakinan mereka. Pemain berusia 18 tahun itu telah mencatatkan penampilan ke-26 bersama Spanyol dan berperan penting dalam keberhasilan negaranya menjuarai Kejuaraan Eropa UEFA 2024.

Baca Juga: 8 Penyakit Ayam yang Paling Sering Terjadi dan Cara Penanganannya

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Spanyol turut mengecam keras nyanyian anti-Muslim tersebut, menegaskan komitmennya untuk menolak segala bentuk rasisme dan kekerasan di stadion.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, juga menyebut aksi tersebut tidak bisa ditoleransi. Ia menilai pelaku memanfaatkan sepak bola sebagai sarana untuk mengekspresikan kekerasan, dan menegaskan bahwa mereka harus diidentifikasi serta dijauhkan dari masyarakat.

Awalnya, pertandingan ini direncanakan berlangsung di Qatar, namun dipindahkan ke markas klub Espanyol akibat konflik di Timur Tengah. 

Baca Juga: Api Muncul dari Atap Rumah, Kebakaran di Jampangtengah Paksa Satu Keluarga Ngungsi

Dalam laga ini, De la Fuente melakukan 10 perubahan dari kemenangan 3-0 atas Timnas Serbia pada Jumat sebelumnya. Yamal menjadi satu-satunya pemain yang tetap tampil sebagai starter, sementara Mesir bermain tanpa Mohamed Salah yang absen karena cedera.

Hasil imbang tersebut juga berdampak pada posisi Spanyol di peringkat dunia, di mana mereka kehilangan tempat di posisi teratas, meski akan menjadi salah satu tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA 2030.

Sumber: bbc.com

Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid

Tags :
BERITA TERKAIT