SUKABUMIUPDATE.com - Siapa sangka jika Persijap Jepara kini menjadi tim yang jadi penentu bagi Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda dalam perburuan gelar juara Super League musim 2026/2027.
Tim yang di pertengahan musim harus berjuang untuk bisa lolos dari zona degradasi, kini mulai diperhitungkan menjelang kompetisi berakhir.
Laskar Kalinyamat (julukan Persijap) perlahan berkembang menjadi tim underdog yang cukup disegani. Dalam beberapa pekan terakhir, performa tim kebanggan warga Jepara itu terus meningkat dan mulai merepotkan tim-tim papan atas.
Baca Juga: Jelang Persib vs Persijap, Polisi Siapkan Pengamanan Nobar dan Konvoi Bobotoh di Kota Sukabumi
Terbukti di pertandingan terakhir, mereka mampu menahan imbang Borneo FC Samarinda yang sedang berjuang di papan atas untuk gelar juara pertama mereka.
Mental bertanding Persijap juga patut mendapat perhatian. Bermodalkan kerja keras, disiplin permainan, dan dukungan penuh publik Jepara, mereka mampu tampil percaya diri menghadapi klub-klub dengan materi pemain yang lebih mewah.
Kini Persijap sudah lolos dari zona degradasi, berada di peringkat ke-13 dengan raihan 35 poin dari 33 laga yang dijalani.
“Kami tahu pertandingan ini sangat penting bagi perebutan gelar juara. Tapi fokus kami tetap sama, yaitu bermain dengan disiplin, menunjukkan karakter tim, dan memberikan perlawanan terbaik. Persijap datang tanpa tekanan, namun dengan motivasi besar untuk menutup musim dengan hasil positif,” kata pelatih Persijap, Mario Lemos, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Baca Juga: 2 Lokal 1 Asing, 3 Pelatih Persib Bandung yang Persembahkan Gelar Juara
Kekuatan Persijap Jepara
Solidnya lini pertahanan yang diisi empat pilar kokoh yakni Rahmat Hidayat, José Luis Espinosa Arroyo (Tiri), Diogo Araújo Brito, dan Najeeb Yakubu menjadi salah satu kekuatan utama Persijap.
Saat menghadapi Borneo FC, organisasi permainan mereka berjalan sangat rapi. Tekanan bertubi-tubi dari tim tamu mampu dipatahkan dengan disiplin tinggi, ditambah penampilan gemilang Muhammad Ardiansyah di bawah mistar.
Di sisi lain, Persijap juga memiliki ancaman berbahaya melalui skema serangan balik cepat. Kehadiran Carlos Franca yang jadi top skor tim dengan 10 gol dan Sudi Abdallah yang sudah mencetak 5 gol memberi warna berbeda di lini serang Laskar Kalinyamat.
Kedua pemain itu kerap menjadi pembeda ketika tim berada dalam tekanan. Situasi tersebut tentu menjadi alarm bagi Persib Bandung. Bermain di kandang sendiri memang menjadi keuntungan, namun tekanan besar dalam laga penentuan juara bisa menghadirkan beban tersendiri.
Persijap dipastikan datang tanpa tekanan dan berpotensi kembali membuat kejutan di laga penutup musim. Laga di Gelora Bandung Lautan Api diprediksi berlangsung dengan tensi tinggi.
Persib membutuhkan kemenangan demi mengamankan peluang juara, sementara Persijap memiliki kesempatan untuk sekali lagi membuktikan bahwa tim underdog juga mampu menentukan arah perebutan gelar musim ini.
Editor : Dede Imran