SUKABUMIUPDATE.com - Timnas Jerman kembali menunjukkan ketajamannya di Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Curacao dengan skor telak 7-1 pada laga perdana Grup E yang berlangsung Senin dini hari WIB. Hasil tersebut mengingatkan publik pada kemenangan bersejarah Der Panzer atas Brasil dengan skor identik di semifinal Piala Dunia 2014.
Dalam pertandingan melawan Curacao, Jerman mengamankan tiga poin berkat dua gol yang dicetak Kai Havertz, serta masing-masing satu gol dari Nico Schlotterbeck, Felix Nmecha, Jamal Musiala, Nathaniel Brown, dan Deniz Undav. Kemenangan besar itu sekaligus membawa Jerman ke puncak klasemen sementara Grup E. Curacao sempat memberikan perlawanan ketika Comenencia mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-20 sebelum Jerman kembali mendominasi jalannya pertandingan.
Baca Juga: Kolaborasi HUT Bhayangkara di Sukabumi, Apindo-Riap Dorong UMKM Naik Kelas
Skor 7-1 tersebut mengulang memori manis yang pernah ditorehkan Jerman saat mempermalukan tuan rumah Brasil di semifinal Piala Dunia 2014. Kala itu, Der Panzer mencetak gol melalui Thomas Müller, Miroslav Klose, Sami Khedira, dua gol Toni Kroos, serta dua gol Andrd Schürrle. Brasil hanya mampu membalas satu gol lewat Oscar menjelang berakhirnya pertandingan.
Hingga kini, nama Miroslav Klose masih tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 16 gol dari 24 pertandingan yang dimainkan dalam empat edisi berbeda. Di bawahnya terdapat legenda Brasil, Ronaldo Nazario, yang mengemas 15 gol selama penampilannya di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Baca Juga: Keterangan Polisi: Pedagang Sayur Tewas Tertemper KA Pangrango Relasi Sukabumi-Bogor
Meski kemenangan 7-1 atas Curacao dan Brasil tergolong luar biasa, rekor pertandingan dengan jumlah gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia masih belum tergoyahkan. Catatan tersebut terjadi pada perempat final Piala Dunia 1954 ketika Austria mengalahkan tuan rumah Swiss dengan skor 7-5, menghasilkan total 12 gol dalam satu pertandingan.
Sumber: dari berbagai sumber
Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid