SUKABUMIUPDATE.com – Sebanyak 344 pecatur dari 24 kota dan kabupaten di Jawa Barat resmi ambil bagian dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur Jawa Barat 2026. Ajang bergengsi yang berlangsung di salah satu Hotel di Sukabumi selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat ini, diproyeksikan menjadi wadah utama untuk menjaring bibit-bibit Grand Master (GM) baru masa depan Indonesia.
Ketua Harian Percasi Kota Sukabumi, Erwin, mengungkapkan bahwa turnamen berskala regional ini mempertandingkan 17 kelompok kategori, yang terdiri dari 14 kelompok junior serta kelompok senior putra, senior putri, dan veteran. Sejumlah atlet berlabel nasional juga terpantau turun gunung dalam ajang ini.
Erwin mengakui, pembinaan atlet catur sejak usia dini di Indonesia harus digenjot lebih masif. Jika dibandingkan dengan negara-negara asia lain seperti India, posisi Indonesia saat ini dinilai masih tertinggal cukup jauh dalam mencetak jajaran pecatur elite dunia.
“Kalau posisi Indonesia di dunia tentunya masih tertinggal sangat jauh. India saja sudah punya 98 GM, kalau kita hanya punya empat GM saja. Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini bisa melahirkan talenta baru yang bisa menjadi GM yang dikenal dunia,” kata Erwin saat ditemui di lokasi acara, Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: Pecatur Ummi Fisabilillah Raih Gelar Master Internasional Wanita
Di lokasi yang sama, Plt Ketua Umum Pengda Percasi Jawa Barat, M. Ridlo Eisy, menambahkan bahwa Kejurda 2026 di Sukabumi memegang peranan yang sangat strategis.
Turnamen ini menjadi sarana penting bagi para atlet untuk mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Banten, sekaligus memetakan kekuatan daerah menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Ia menegaskan, pembinaan catur sejak usia dini memiliki manfaat besar, tidak hanya untuk mencetak pecatur berprestasi, tetapi juga membentuk karakter anak menjadi pribadi yang tekun dan mampu berpikir strategis.
“Kalaupun dia nantinya tidak jadi pecatur, setidaknya dia sudah terlatih menjadi anak yang tekun seperti pion, atau anak yang pandai berstrategi,” ujarnya.
Editor : Denis Febrian