SUKABUMIUPDATE.com - Piala Dunia 2026 menjadi ajang kompetisi dari 48 negara untuk bersaing menjadi yang terbaik. Kendati ada tambahan 16 negara yang berpartisipasi, hanya Rusia yang absen. Rusia telah tampil sebanyak 11 kali di Piala Dunia sepanjang sejarah. Tujuh diantaranya sebagai Uni Soviet. Rusia sempat menjadi tuan rumah di edisi 2018 namun absen pada tahun 2022.
Rusia mendapatkan larangan mengikuti turnamen di bawah naungan FIFA sejak Februari 2022. Seluruh tim Rusia termasuk senior hingga senior, dilarang mengikuti pertandingan yang diselenggarakan oleh UEFA dan FIFA. Hal tersebut diterapkan oleh kedua organisasi sepak bola pada 28 Februari 2022 lalu akibat serangan pemerintah Rusia ke Ukraina. Larangan tersebut berlaku tanpa batasan waktu.
Baca Juga: 18 Kata-kata Bijak Bos Saep Preman Pensiun yang Kadang Absurd dan Bikin Ngakak
“Menyusul keputusan awal yang diadopsi oleh Dewan FIFA dan Komite Eksekutif UEFA, yang keputusan tersebut mempertimbangkan penerapan langkah-langkah tambahan, FIFA dan UEFA hari ini telah memutuskan bersama bahwa semua tim Rusia, baik tim nasional maupun tim klub, akan diskors dari partisipasi dalam kompetisi FIFA dan UEFA hingga pemberitahuan lebih lanjut ,” ujar larangan tersebut.
Rusia harus absen di Piala Dunia 2022 lalu di Qatar. tim tersebut dijadwalkan untuk menghadapi Polandia di semifinal play-off Jalur B pada Maret 2022, tetapi lawan mereka mendapat bye ke babak berikutnya. Tim putra juga absen di Euro 2024.
Baca Juga: Ikan Dewa dan Jejak Prabu Siliwangi di Mata Air Cibulan
Pertandingan terakhir resmi Rusia saat berhasil mengalahkan Kroasia dengan skor 1-0 di babak kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 14 November 2021 lalu. Meskipun Rusia tidak dapat berpartisipasi dalam kompetisi UEFA dan FIFA , bukan berarti tim tersebut tidak aktif. Rusia masih dapat bermain. Tim putra memainkan dua pertandingan persahabatan bulan lalu, mengalahkan Nikaragua 3-1 dan bermain imbang tanpa gol melawan Mali.
Sementara itu, pada tahun lalu, Rusia memainkan 10 laga ujicoba melawan negara Afrika, Amerika Selatan, dan Timur Tengah. Rusia harus melawan tim yang berafiliasi dengan UEFA dalam dua pertandingan persahabatan melawan Serbia dan Belarus. Laga tersebut tak perlu mengajukan izin dari UEFA dan FIFA.
Baca Juga: Pengusaha Ogah Jual Batu Bara ke PLN, Pakar IPB Soroti Buruknya Tata Kelola Energi
Hal tersebut membuat Rusia sempat mempertimbangkan untuk menarik keanggotaan dari UEFA dan beralih ke konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), namun hal tersebut urung terlaksana. Presiden UEFA Aleksander Ceferin berharap situasi akan kembali normal suatu hari nanti: “ Seperti yang telah saya katakan berkali-kali sebelumnya, ketika perang berhenti, mereka akan diterima kembali ,” kata Ceferin dilansir dari diario.as.
Sumber: diario.as
Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid