SUKABUMIUPDATE.com - Argentina akan menghadapi Tanjung Verde di babak 32 besar Piala Dunia 2026 pada sabtu, 4 Juli 2026 pukul 05.00 WIB, di Stadion Miami. Laga ini akan mempertemukan juara bertahan menghadapi tim debutan di Piala Dunia.
Lionel Messi akan menghadapi Vozinha yang mendapatkan sorotan di turnamen ini. Kiper berusia 40 tahun tersebut sempat memberikan penampilan impresif di babak grup saat menghadapi Spanyol. Hal tersebut merupakan momen menarik dalam sejarah Piala Dunia. Selain itu, dirinya kembali menjadi aktor saat Tanjung Verde menahan imbang Uruguay dan Arab Saudi sekaligus memberikan kesempatan bagi negaranya untuk terus tampil di Piala Dunia 2026.
Pertandingan babak gugur Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua negara dengan sejarah yang sangat berbeda. Di satu sisi ada Argentina, juara bertahan Piala Dunia sekaligus salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia. Di sisi lain, Tanjung Verde hadir sebagai tim yang baru beberapa tahun terakhir mulai mencuri perhatian di panggung internasional.
Baca Juga: Julian Nagelsmann Mundur Usai Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Jurgen Klopp Jadi Pengganti?
Argentina telah menjadi bagian dari sejarah Piala Dunia sejak edisi perdana tahun 1930. Saat itu, Albiceleste berhasil mencapai final sebelum kalah dari Uruguay. Sepanjang sejarah, Argentina hanya sekali gagal lolos ke putaran final, yakni pada Piala Dunia 1970 di Meksiko. Mereka juga sempat tidak mengikuti beberapa edisi turnamen akibat situasi yang berkaitan dengan Perang Dunia.
Prestasi terbesar Argentina dimulai pada 1978 ketika sukses menjadi juara dunia usai menundukkan Belanda 3-1 di final. Gelar kedua diraih pada 1986 setelah mengalahkan Jerman Barat dengan skor 3-2. Sementara trofi ketiga mereka datang di Piala Dunia 2022 di Qatar setelah mengalahkan Prancis melalui drama adu penalti usai bermain imbang 3-3.
Dominasi Argentina juga terlihat di kawasan Amerika Selatan. Mereka telah mengoleksi 16 gelar Copa America, termasuk menjadi juara dalam dua edisi terakhir. Sejak Maret 2022, Argentina juga konsisten berada di jajaran tiga besar ranking FIFA, bahkan sempat menempati posisi nomor satu dunia selama dua tahun sebelum digeser Prancis.
Sementara itu, perjalanan Tanjung Verde menuju panggung sepak bola dunia jauh lebih singkat. Federasi sepak bola negara tersebut baru berdiri pada 1982 dan resmi bergabung dengan FIFA pada 1986, bertepatan dengan tahun ketika Argentina meraih gelar dunia keduanya.
Blue Sharks mulai mengikuti kualifikasi Piala Dunia pada 2002, tetapi baru benar-benar menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada kualifikasi Piala Dunia 2022, mereka nyaris lolos setelah hanya terpaut satu hasil dari Nigeria di fase grup.
Performa mereka semakin meningkat pada kualifikasi Piala Dunia 2026. Meski berada satu grup dengan Kamerun, Tanjung Verde justru mampu finis di posisi teratas dengan hanya menelan satu kekalahan dari 10 pertandingan, sehingga memastikan tiket ke putaran final untuk pertama kalinya.
Kemajuan sepak bola Tanjung Verde juga terlihat di level Afrika. Mereka baru tampil perdana di Piala Afrika pada 2013 dan langsung melangkah hingga perempat final sebelum dihentikan Ghana. Prestasi serupa kembali mereka ulangi pada edisi 2023. Meski gagal lolos ke Piala Afrika 2025, mereka tetap berhasil mencatat sejarah dengan tampil di Piala Dunia 2026.
Dari sisi peringkat FIFA, Tanjung Verde sempat mencatat posisi terbaik sepanjang sejarah pada 2014 dengan menempati ranking ke-27 dunia. Dalam beberapa tahun terakhir mereka stabil berada di kisaran peringkat 60 hingga 80, dan kini memasuki laga melawan Argentina sebagai tim peringkat ke-64 dunia.
Sumber: bbc.com
Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid