Sukabumi Update

Perjalanan Bersejarah Tanjung Verde di Piala Dunia 2026, Debutan yang Sukses Mencuri Perhatian Dunia

Skuad Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 (Sumber: web/en.as.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Setelah dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tanjung Verde tetap diberi kesan positif bagi pecinta sepak bola internasional. Sebelum berhasil lolos ke fase gugur, Tanjung Verde berhasil meraih 3 kali hasil imbang dari 3 pertandingan di grup H termasuk menahan Spanyol 0-0 di laga pembuka. 

Tanjung Verde lolos ke babak fase grup setelah berhasil menempati posisi kedua di bawah Spanyol yang mengumpulkan 7 poin. Vozinha dkk menjadi tim yang tak diunggulkan di grup H namun dapat bersaing dengan Uruguay yang memiliki pamor lebih baik di kancah sepak bola internasional. Tim asuhan Marcelo Bielsa harus finish di posisi ketiga dengan 2 poin sementara Arab Saudi menjadi juru kunci dengan poin yang sama. 

Setelah berjuang keras untuk lolos ke babak fase gugur, Tanjung Verde mendapatkan lawan berat yaitu dengan menghadapi sang juara bertahan, Argentina. Banyak publik yang memprediksi jika Tanjung Verde akan menjadi bulan-bulanan Lionel Messi dkk. Namun, tim asuhan Pedro Leitao Brito menjawab keraguan tersebut dengan menampilkan permainan atraktif dan tanpa beban. 

Baca Juga: Daftar 16 Negara Tersingkir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Jerman, Belanda, Jepang hingga Kroasia Angkat Koper

Meski sempat tertinggal lewat gol Lionel Messi di babak pertama, Tanjung Verde langsung menggebrak di awal babak kedua dengan menyamakan kedudukan melalui Deroy Duarte pada menit ke-60. Setelah bermain imbang selama 90 menit, Tanjung Verde kembali harus tertinggal kali ini sepakan Lisandro Martinez dari tiang dekat tak mampu dibendung oleh Vozinha. 

Namun, beruntung bagi Tanjung Verde memiliki Sidny Lopes Cabral yang berhasil melepaskan tendangan ciamik dari sisi kiri penyerangan. Mimpi untuk berjalan lebih jauh di Piala Dunia 2026 sirna setelah sundulan Cristian Romero membentur Diney Borges sekaligus membobol gawang Vozinha. Skor 3-2 untuk kemenangan Argentina. 

Baca Juga: Lionel Messi Resmi Jadi Top Skor Sepanjang Sejarah Piala Dunia, Ungguli Kylian Mbappe dan Erling Haaland

Perjalanan menuju Piala Dunia 2026

Timnas Tanjung Verde sukses melenggang ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kepastian tersebut tercipta setelah mengalahkan Eswantini dengan skor 3-0 di pertandingan terakhir Grup D di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika. 

Saat itu, Tanjung Verde menjadi negara keenam yang memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 setelah Maroko, Tunisia, Mesir, Aljazair, dan Ghana. Tanjung Verde merupakan negara terkecil yang tampil di Piala Dunia setelah sebelumnya Islandia pada Piala Dunia 2018. Selain itu, Blue Sharks, menyamai Uzbekistan dan Yordania yang juga akan bermain di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah negara tersebut.

Transformasi sepak bola Timnas Tanjung Verde

Perjalanan luar biasa Timnas Tanjung Verde menuju panggung dunia tidak terjadi secara instan. Fondasi kebangkitan mereka mulai dibangun pada tahun 2010 ketika pelatih Joao de Deus mengambil langkah berani dengan memanfaatkan potensi besar pemain keturunan yang tersebar di berbagai negara. Saat itu, ia memanggil delapan pemain diaspora yang sebelumnya belum pernah membela tim nasional, sebuah keputusan yang menjadi titik awal perubahan besar dalam sepak bola Tanjung Verde.

Baca Juga: Argentina vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Duel Juara Dunia Kontra Tim Debutan yang Mencuri Perhatian

Strategi memanfaatkan pemain diaspora kini menjadi hal yang umum di sepak bola internasional. Banyak negara mengandalkan pemain yang lahir dan berkembang di luar negeri, tetapi tetap memenuhi syarat untuk memperkuat negara asal keluarga mereka di level internasional.

Meski demikian, Tanjung Verde tetap memiliki pemain lokal yang menjadi bagian penting dari skuad. Dari total pemain yang dibawa ke Piala Dunia 2026, sebanyak 12 pemain lahir di negara kepulauan tersebut. Salah satunya adalah Kevin Pina, pemain asal ibu kota Praia, yang mencatatkan sejarah dengan mencetak gol perdana Tanjung Verde di putaran final Piala Dunia saat bermain imbang 2-2 melawan Uruguay.

Baca Juga: Kylian Mbappe, Dembele dan Olise Senjata Mematikan Prancis di Piala Dunia 2026

Di sisi lain, kekuatan utama tim tetap berasal dari para pemain diaspora. Skuad mereka diperkuat lima pemain kelahiran Belanda, tiga pemain kelahiran Prancis, serta tiga pemain yang lahir di Portugal. Menariknya, tidak ada satu pun pemain yang berasal dari kompetisi domestik semi-profesional Tanjung Verde.

Sebagian besar pemain Tanjung Verde berkarier di Eropa. Dari 23 pemain yang bermain di klub-klub Eropa, hanya bek Logan Costa yang merumput di salah satu dari lima liga elite benua tersebut bersama Villarreal.

Sosok yang paling mencuri perhatian selama turnamen adalah kiper veteran Vozinha. Penjaga gawang berusia 40 tahun itu tampil impresif sepanjang Piala Dunia 2026, meski statusnya kini tanpa klub setelah kontraknya bersama Chaves, klub kasta kedua Portugal, berakhir.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Dikabarkan Pensiun dari Timnas Portugal Usai Piala Dunia 2026

Portugal juga menjadi negara yang paling banyak membentuk karier pemain Tanjung Verde. Tercatat tujuh pemain pernah berkompetisi di sana, termasuk bek sayap Sidny Lopes Cabral, yang pernah menimba ilmu di akademi Benfica sebelum melanjutkan karier profesional bersama Trabzonspor. Kombinasi pemain lokal dan diaspora inilah yang menjadi fondasi kesuksesan Tanjung Verde mencatat sejarah di Piala Dunia 2026.

Saat ini Tanjung Verde berada di posisi ke-67 rangking FIFA meski sempat berada di posisi ke 115 dunia pada tahun 2017.

Sumber: dari berbagai sumber

Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid

Tags :
BERITA TERKAIT