SUKABUMIUPDATE.com - Norwegia harus tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Inggris dengan skor 2-1 di babak perempat final. Meski kalah, Norwegia menampilkan permainan yang impresif sejak terakhir tampil di Piala Dunia 1998. Meski hal tersebut terjadi, banyak penggemar masih geram terhadap keputusan Alexander Sorloth.
Norwegia yang berhasil mengalahkan Brasil hingga Pantai Gading banyak meraih hati para penggemar sepak bola di seluruh dunia, harus menyelesaikan turnamen setelah tak berdaya diterkam keganasan The Three Lions melalui babak perpanjangan waktu, Jude Bellingham berhasil mencetak dua gol sekaligus memberikan kemenangan bagi Inggris.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol, Inggris Tunggu Argentina atau Swiss
Kendati menampilkan permainan menarik di Piala Dunia 2026, ada beberapa penggemar yang menyoroti keputusan Alexander Sorloth yang bisa saja merubah hasil akhir dalam pertandingan tersebut. Pemain asal Atletico Madrid tersebut memiliki kesempatan untuk menggandakan keunggulan setelah Andreas Schjelderup mencetak gol pembuka pada menit ke-36. Saat itu, Sorloth mencoba melakukan serangan balik dari sisi kanan dan memiliki kesempatan untuk memberikan umpan pada Erling Haaland yang tanpa pengawalan dari bek Inggris, namun dirinya tidak memberikan umpan pada Haaland.
Norwegia kemudian harus mengalami kebobolan di waktu tambahan babak pertama, serta gol kedua Jude Bellingham di waktu tambahan sekaligus membawa Inggris lolos ke semifinal yang akan menantang Argentina. Setelah laga, Sorloth, Sorloth menerima kritik dari para pengamar, media, dan penggemarnya sendiri yang membanjiri kolom komentar Instagram-nya dan menyerang sang penyerang dengan komentar-komentar mengerikan, serta ancaman kematian setelah gagal memberikan umpan kepada Haaland.
Unggahan terakhirnya di Instagram adalah setelah kemenangan Norwegia atas Brasil di babak 16 besar, dan kolom komentar langsung ramai sejak kekalahan dari Inggris. Kini ada lebih dari 170.000 komentar pada unggahan tanggal 6 Juli itu, dan banyak di antaranya berisi pesan ancaman yang diunggah setelah kekalahan pada hari Sabtu.
Setelah hal tersebut, Sorloth akhirnya buka suara mengenai situasi yang terjadi. “Setelah sentuhan pertama saya, saya melihat ke atas dan melihat Stones menghalangi jalur operan itu. Jadi saya melakukan sentuhan lain, tetapi sentuhan itu buruk. Seharusnya saya yang bergerak lebih dulu untuk membuatnya kehilangan keseimbangan, tetapi malah saya menunggu dia bergerak,” ujarnya dilansir dari diario.as
Dirinya menambahkan jika niatnya adalah untuk mengoper bola kepada rekan penyerangnya tetapi kehabisan waktu. “Yang paling saya inginkan dalam situasi itu adalah mengoper ke Erling. Tapi sepertinya operan itu tidak akan berhasil, jadi saya memilih untuk menembak. Ini sangat sulit. Saya terus berpikir seharusnya saya melakukan adegan itu dengan lebih baik. Tentu saja akan ada lebih banyak kesempatan, tetapi ini lebih sulit karena terjadi di panggung terbesar dengan mempertaruhkan tempat di semifinal Piala Dunia.” tambahnya.
Sumber: diario.as
Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid