SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah petisi yang menyerukan agar Argentina dikeluarkan dari Piala Dunia 2026 ramai beredar di media sosial. Petisi tersebut muncul karena sejumlah pihak menilai Argentina diuntungkan selama perhelatan sepak bola akbar tersebut.
Petisi itu juga menyerukan agar Argentina dikeluarkan dari Piala Dunia dan memberikan kesempatan yang dianggap lebih adil bagi negara peserta lainnya.
“Usir Argentina. Jelas sekali bahwa FIFA dan para wasit berpihak pada Lionel Messi dan Argentina. Mengapa negara-negara lain di dunia harus berkompetisi ketika pemenangnya sudah ditentukan? Singkirkan Argentina dari Piala Dunia dan berikan kesempatan yang adil kepada semua negara lain,” tulis dalam narasinya.
Berdasarkan petisi yang diunggah oleh laman argentinaout.com, hingga Kamis (16/07/2026) pukul 17.47 WIB, petisi tersebut telah mengumpulkan 13.886.992 tanda tangan, jauh melampaui target awal sebanyak 5 juta tanda tangan.
Petisi ini muncul setelah pertandingan Argentina melawan Mesir memicu perdebatan di media sosial. Pendukung petisi menilai terdapat sejumlah keputusan wasit dan insiden di lapangan yang dianggap merugikan Mesir serta menunjukkan keberpihakan kepada Argentina.
Salah satu sorotan adalah insiden yang disebut sebagai pelanggaran terhadap pemain Mesir yang dinilai luput dari perhatian wasit.
Selain itu, beredar pula tudingan adanya tindakan rasis yang dilakukan oleh sebagian pendukung Argentina terhadap konten kreator IShowSpeed.
Kontroversi lain muncul ketika keputusan Video Assistant Referee (VAR) juga menjadi sorotan. Gol yang dicetak Mesir dianulir setelah melalui proses peninjauan VAR, keputusan yang memicu perdebatan di kalangan pendukung kedua tim.
Meski demikian, hingga saat ini FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan pertandingan tersebut diwarnai kecurangan atau adanya pelanggaran yang dapat berujung pada sanksi terhadap Timnas Argentina.
Tuduhan yang menjadi dasar petisi tersebut masih menjadi perdebatan di media sosial dan belum dikukuhkan melalui keputusan resmi.
Editor : Ikbal Juliansyah