Sukabumi Update

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Apakah Trofi Asli Jadi Milik La Roja? Begini Aturan FIFA

Selebrasi para pemain Spanyol setelah menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina. (Sumber: web/en.as.com)

SUKABUMIUPDATE.com- Spanyol di bawah asuhan Luis de la Fuente memastikan diri menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB, di Stadion New York. Gol Ferran Torres pastikan kemenangan La Roja sekaligus memberikan gelar kedua. 

Sebelumnya, Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2010 lalu saat Andres Iniesta memupuskan harapan Belanda untuk merengkuh trofi Piala Dunia untuk yang pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaanya. 

Spanyol kini sejajar dengan negara lainnya yang meraih trofi Piala Dunia lebih dari sekali. Tujuh tim yang telah memenangkan trofi lebih dari sekali: Brasil (5), Jerman (4), Italia (4), Argentina (3), Prancis (2), Uruguay (2) dan sekarang Spanyol (2).

Baca Juga: Ricuh Usai Final Piala Dunia 2026, Leandro Paredes Cekik Eric Garcia, Lionel Scaloni Beri Respons Bijak

Setelah sukses menjuarai Piala Dunia 2026, trofi paling bergengsi di dunia sepak bola akan dibawa pulang ke Spanyol. Usai menjalani parade kemenangan singkat yang direncanakan melintasi jalan-jalan Madrid, trofi tersebut akan dipamerkan di markas Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) di Las Rozas.

Namun, muncul pertanyaan menarik setelah La Roja meraih gelar dunia keduanya. Apakah Spanyol berhak menyimpan trofi tersebut secara permanen, atau harus mengembalikannya kepada FIFA menjelang penyelenggaraan Piala Dunia berikutnya pada 2030, yang justru akan digelar bersama oleh Spanyol, Portugal, dan Maroko?

Baca Juga: Daftar Peraih Penghargaan Individu Piala Dunia 2026: Rodri Pemain Terbaik, Kylian Mbappe Top Skor

Dalam beberapa kompetisi sepak bola memang terdapat aturan yang memungkinkan klub atau tim menyimpan trofi asli setelah mencapai prestasi tertentu. Sebagai contoh, pada era sebelumnya di Liga Champions, sebuah klub berhak memiliki trofi apabila berhasil menjuarainya lima kali atau meraih tiga gelar secara beruntun.

Aturan serupa juga pernah berlaku di ajang Piala Dunia. Namun, kebijakan tersebut sudah tidak lagi diterapkan pada era modern.

Trofi yang digunakan saat ini merupakan trofi kedua sepanjang sejarah Piala Dunia. Sebelumnya, kompetisi menggunakan trofi pertama dari 1930 hingga 1970. Trofi tersebut awalnya bernama Victory, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Jules Rimet Trophy sebagai bentuk penghormatan kepada Jules Rimet, presiden ketiga FIFA sekaligus sosok yang berjasa besar dalam lahirnya Piala Dunia.

Baca Juga: Kylian Mbappe Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026, Ungguli Lionel Messi Meski Prancis Gagal Juara

Trofi Jules Rimet resmi dipensiunkan setelah Brasil mencatat sejarah dengan menjuarai Piala Dunia 1970 di Meksiko. Saat itu, Selecao menjadi negara pertama yang berhasil meraih tiga gelar juara dunia, sehingga FIFA memberikan hak kepada Brasil untuk menyimpan trofi tersebut secara permanen sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian bersejarah itu.

Sebagai penggantinya, FIFA menunjuk seniman asal Italia, Silvio Gazzaniga, untuk merancang trofi baru yang mulai digunakan pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat.

Berbeda dengan Trofi Jules Rimet yang dahulu berpindah dari satu juara ke juara berikutnya, trofi Piala Dunia yang digunakan saat ini sepenuhnya menjadi milik FIFA dan disimpan secara permanen di kantor pusat organisasi tersebut di Zurich, Swiss, dengan sistem keamanan yang sangat ketat.

Baca Juga: 6 Kesamaan Spanyol di Piala Dunia 2026 dengan Tim Juara 2010, Pertanda La Roja Kembali Angkat Trofi ?

Menjelang setiap penyelenggaraan Piala Dunia, FIFA mengedarkan replika trofi melalui program FIFA World Cup Trophy Tour ke berbagai negara. Trofi yang diangkat kapten Spanyol setelah menjuarai Piala Dunia 2026 juga merupakan replika resmi, bukan trofi asli. Replika tersebut kemudian diserahkan kepada Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) sebagai simbol dan kenang-kenangan atas keberhasilan mereka menjuarai Piala Dunia untuk kedua kalinya.

Sumber: diario.as

Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid

Tags :
BERITA TERKAIT