Sukabumi Update

Donald Trump Pasang Badan untuk Gianni Infantino di Tengah Krisis FIFA

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berikan dukungan untuk Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Sumber: web/en.as.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Setelah beberapa pekan ke belakang diterpa konflik di internal FIFA, Donald Trump angkat suara mengenai krisis tersebut. Presiden Amerika Serikat tersebut membela Presiden FIFA, Gianni Infantino dalam sebuah unggahan akun media sosialnya, Truth Social. 

“FIFA akan melakukan kesalahan besar jika, karena alasan apa pun, mereka mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino. Dia fantastis, baru saja memimpin Piala Dunia paling sukses, empat kali lipat lebih sukses dari sebelumnya. Jika dia pergi, Piala Dunia tidak akan pernah sesukses atau menguntungkan lagi,” tulis Donald Trump. 

Baca Juga: Javier Tebas Kritik Gianni Infantino: Presiden FIFA Dinilai Telah Menghancurkan Sepak Bola

Donald Trump dan Gianni Infantino diketahui memiliki hubungan yang cukup dekat sejak Amerika Serikat bersama Meksiko dan Kanada mengajukan pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 pada April 2017. Kedekatan keduanya bahkan belakangan memunculkan pertanyaan mengenai potensi keterlibatan politik dalam urusan FIFA.

Infantino juga tengah menghadapi tekanan setelah rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) mengalami kegagalan. Perusahaan tersebut dirancang untuk mengelola keuntungan komersial dari Piala Dunia dan secara konsep berada di bawah kendali FIFA. Rencana itu melibatkan investor swasta yang disebut akan diawasi oleh JPMorgan, serta mendapat dukungan dari Josh Kushner, saudara ipar Ivanka Trump.

Baca Juga: Jabatan Gianni Infantino Terancam, Donald Trump Dikabarkan Siap Beri Dukungan untuk Presiden FIFA

Menurut laporan The Times, Infantino disebut tidak menyampaikan rencana tersebut secara terbuka kepada seluruh asosiasi anggota FIFA. Cara FIFA menangani proyek FFE kemudian ikut memperbesar perbedaan pandangan di antara sejumlah konfederasi sepak bola dunia.

UEFA, Concacaf, dan Konfederasi Sepak Bola Asia disebut berada di pihak yang menentang Infantino. Sementara itu, Conmebol dan Konfederasi Sepak Bola Afrika masih memberikan dukungan kepada pria yang telah memimpin FIFA sejak Februari 2016 tersebut.

Baca Juga: FIFA Pertimbangkan Piala Dunia 64 Tim Mulai 2030, Gianni Infantino Hadapi Penolakan

Hubungan dekat Infantino dan Trump juga sempat memunculkan kontroversi lain. Pada Desember 2025, Infantino memberikan FIFA Peace Prize kepada Trump dalam acara pengundian Piala Dunia 2026 di Washington. Pemberian penghargaan tersebut menjadi sorotan karena proses pemilihannya dinilai tidak berlangsung secara transparan.

Persoalan tersebut kemudian turut menjadi perhatian Komite Olimpiade Internasional (IOC), tempat Infantino berstatus sebagai anggota. IOC bahkan melakukan penyelidikan internal untuk memastikan apakah tindakan Presiden FIFA tersebut melanggar ketentuan yang tercantum dalam statuta organisasi.

Baca Juga: Gianni Infantino Terancam Diselidiki Parlemen Eropa usai Cabut Sanksi Kartu Merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026

Kontroversi lainnya muncul terkait keputusan menangguhkan larangan bermain Folarin Balogun sehingga sang pemain dapat tampil di babak 16 besar Piala Dunia. Keputusan tersebut semakin menuai tanda tanya setelah Trump sebelumnya secara terbuka meminta agar hukuman terhadap pemain itu ditangguhkan.

Berbagai kontroversi tersebut, ditambah polemik mengenai FIFA Forward Enterprise, akhirnya meningkatkan tekanan terhadap Infantino. Sejumlah federasi sepak bola bahkan mulai menyuarakan tuntutan agar pria asal Swiss-Italia tersebut mempertimbangkan untuk meninggalkan jabatannya sebagai Presiden FIFA.

Sumber: diario.as

Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid

Tags :
BERITA TERKAIT