SUKABUMIUPDATE.com - Como yang tampil di Serie A tengah mendapatkan ancaman berat dari UEFA. Como saat ini tengah membangun kekuatan setelah memastikan akan tampil di Liga Champions musim depan.
Klub yang dimiliki oleh orang Indonesia tersebut tak ragu untuk mengeluarkan dana fantastis untuk menambah keseimbangan tim agar dapat berjalan soli dan bersaing dengan tim lainnya. Dalam tiga tahun terakhir, Como disebut telah menghabiskan sekitar 342 juta euro atau lebih dari Rp6 triliun untuk aktivitas transfer pemain.
Baca Juga: Real Madrid Tunda Kepulangan Nico Paz, Como Jadi Prioritas hingga 2027
Besarnya dana yang telah digelontorkan menjadi bagian dari ambisi manajemen klub untuk menghadirkan kejutan di kompetisi sepak bola kasta tertinggi Italia sekaligus bersaing di level Eropa. Namun, Como bukan satu-satunya klub yang berani mengeluarkan biaya besar. Juventus, AC Milan, dan Napoli juga tercatat sebagai tim yang menggelontorkan dana lebih besar dibandingkan Como.
nvestasi besar Como mulai terlihat sejak musim 2024/2025 ketika mereka kembali ke Serie A. Pada musim tersebut, I Lariani menghabiskan sekitar 110 juta euro untuk memperkuat skuad dengan sejumlah pemain baru.
Maxence Caqueret menjadi salah satu rekrutan dengan nilai transfer cukup tinggi, yakni sekitar 15 juta euro. Como juga mendatangkan Anastasios Douvikas dengan biaya sekitar 14 juta euro serta Assane Diao yang ditebus dengan harga kurang lebih 12 juta euro.
Baca Juga: Mentereng di Como, Barcelona Prioritaskan Cesc Fabregas untuk Gantikan Hansi Flick
Kebijakan transfer agresif tersebut berlanjut pada musim berikutnya. Como kembali mengeluarkan sekitar 105 juta euro untuk mendatangkan pemain. Salah satu pemain yang menjadi bagian dari investasi tersebut adalah Jesus Rodriguez yang didatangkan dengan nilai sekitar 22,5 juta euro ditambah sejumlah bonus.
Pada bursa transfer terbaru, Como kembali menunjukkan ambisinya dengan mengalokasikan dana sekitar 127 juta euro untuk memperkuat komposisi tim. Salah satu langkah besar mereka adalah upaya mempertahankan Nico Paz. Pemain asal Argentina itu sebelumnya tampil impresif bersama Como sebelum kembali ke Real Madrid.
Baca Juga: Catatkan Sejarah, Como 1907 Lolos ke Liga Champions Musim Depan
Strategi belanja besar tersebut menjadi bagian dari rencana Como untuk membangun tim yang mampu bersaing secara konsisten di Serie A. Tak hanya fokus pada pemain, klub juga mulai memperhatikan pembangunan infrastruktur.
Salah satu proyek utama yang disiapkan adalah modernisasi Stadion Giuseppe Sinigaglia. Presiden Como, Mirwan Suwarso, menyebut proyek tersebut membutuhkan dana sekitar 64 juta euro. Modernisasi stadion menjadi bagian dari rencana jangka panjang klub untuk meningkatkan kualitas fasilitas.
Baca Juga: Como Gemilang, Inter Milan Tersendat Jelang Akhir Musim Serie A
Besarnya investasi Como kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kepatuhan mereka terhadap regulasi Financial Fair Play (FFP) UEFA. Namun, Mirwan Suwarso mengaku tidak terlalu khawatir dengan persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa Como memiliki strategi tersendiri dalam menjalankan proyek klub dan siap menghadapi konsekuensi yang mungkin muncul.
“Saya tidak butuh UEFA untuk memberi tahu saya soal itu. Jika mereka harus menjatuhkan denda kepada kami, silakan saja,” kata Mirwan dikutip dari Gazetta.
Baca Juga: Ditahan Imbang Como, AC Milan Gagal Pangkas Jarak dengan Inter
Menurutnya, potensi sanksi tersebut merupakan salah satu konsekuensi yang harus dihadapi dalam proses membangun klub. Perjalanan Como pun menjadi salah satu cerita menarik dalam sepak bola Italia. Dalam kurun waktu sekitar tujuh tahun, mereka berhasil melewati perjalanan dari Serie D hingga Serie A, bahkan mulai membidik persaingan di level Eropa.
Dengan dukungan investasi besar, perekrutan pemain berkualitas, serta pengembangan infrastruktur, Como kini berusaha membangun fondasi kuat agar tidak sekadar menjadi pendatang di Serie A, tetapi mampu menjadi klub yang kompetitif dalam jangka panjang.
Sumber: suara.com
Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid