SUKABUMIUPDATE.com - Pengalaman membawa nama Indonesia di Srikandi Merdeka Cup 2026 menjadi pengalaman berharga bagi Khansa Nisa Arrosid. Remaja asal Kampung Nanggerang, Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, itu mendapat kesempatan memperkuat Putri Nusantara di turnamen tersebut.
Khansa yang kini berusia 15 tahun sebelumnya bergabung dengan Tunas Harapan Prakasa Bogor (THPB). Dari sana, perjalanannya berlanjut hingga bergabung dengan Cipta Cendikia FA (CCFA) Bogor.
“Awalnya Khansa ikut di tim Tunas Harapan Prakasa Bogor (THPB), terus sama kepala sekolah THPB sering diajak latihan ke Sentul. Di Sentul City itu ada manajemen CCFA dan membuat saya tertarik untuk gabung ke tim tersebut,” kata Khansa saat diwawancarai, Senin (14/9/2026).
Kini Khansa tinggal di asrama Cipta Cendikia FA. Dari klub tersebut, ia kemudian mengikuti sejumlah proses seleksi dan pemusatan latihan sebelum mendapat kesempatan bergabung dalam seleksi bersama Timnas Putri U-16/Putri Nusantara.
Baca Juga: Kedalaman 10 Km, Gempa M:5.6 di Jalur Megathrust: Warga di Palabuhanratu: Ngarieug
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi Khansa. Ia mengaku merasakan campuran senang, bangga dan terharu ketika mengetahui mendapat kepercayaan untuk membawa nama Indonesia.
“Khansa merasa sangat senang, bangga, sekaligus terharu karena bisa mendapat kepercayaan untuk membawa nama Indonesia. Tapi di sisi lain, Khansa juga sadar bahwa ini adalah tanggung jawab yang besar,” ujarnya.
Kesempatan tersebut kemudian berlanjut di Srikandi Merdeka Cup. Bersama Putri Nusantara, Khansa merasakan atmosfer pertandingan yang berbeda dari kompetisi yang biasa dijalaninya bersama klub.
Menurutnya, turnamen tersebut memberinya banyak pelajaran, mulai dari permainan, kerja sama tim hingga menjaga mental dan fokus selama pertandingan. “Pengalamannya sangat seru dan tentunya menjadi pengalaman yang berharga buat Khansa. Selama mengikuti Srikandi Merdeka Cup, Khansa bisa merasakan langsung kompetisi yang cukup kompetitif dan bertemu dengan banyak pemain hebat lainnya,” katanya.
Baca Juga: Diduga Lapuk dan Terdampak Gempa, Rumah Janda Lansia di Surade Sukabumi Ambruk
Meski demikian, perjalanan Putri Nusantara di turnamen tersebut harus terhenti di fase grup. Khansa menilai hasil itu menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk melihat bagian permainan yang masih perlu diperbaiki.
“Menurut saya, hasil Putri Nusantara memang belum sesuai dengan harapan, karena akhirnya kami belum bisa lolos dari fase grup. Tapi saya melihat ini bukan hanya soal hasil akhir, melainkan juga proses dan pengalaman yang bisa menjadi bahan evaluasi untuk kedepannya,” ucapnya.
Khansa juga memperhatikan perjalanan Garuda Pertiwi yang mampu melaju lebih jauh di turnamen tersebut. Dari perjalanan tim itu, ia melihat pentingnya menjaga konsistensi dan mental ketika menghadapi pertandingan penting.
“Salah satunya adalah bagaimana menjaga konsistensi dan mental ketika menghadapi pertandingan-pertandingan penting. Saya rasa setiap tim punya proses dan tantangannya masing-masing, jadi keberhasilan Garuda Pertiwi justru bisa menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang,” tuturnya.
Baca Juga: Siswi SMK Diduga Dilecehkan Oknum Pejabat Dishub Sukabumi Saat PKL
Bagi Khansa, bermain untuk tim nasional juga memiliki tanggung jawab yang berbeda dibandingkan ketika memperkuat klub. Karena membawa nama Indonesia, ia merasa harus lebih fokus dan disiplin.
“Kalau di timnas tentu tanggung jawabnya lebih besar karena membawa nama Indonesia. Jadi, saya juga merasa harus lebih fokus, lebih disiplin, dan memberikan kemampuan terbaik setiap kali mendapat kesempatan,” katanya.
Setelah Srikandi Merdeka Cup, Khansa masih menunggu informasi mengenai agenda berikutnya dari tim pelatih. Ia mengaku siap jika kembali mendapat kesempatan mengikuti pemusatan latihan, turnamen internasional maupun persiapan menuju Kualifikasi AFC U-17.
Kalau memang ada kesempatan untuk mengikuti turnamen internasional atau persiapan menuju Kualifikasi AFC U-17, tentu saya sangat siap dan berharap bisa kembali dipercaya. Saya akan tetap fokus latihan dan menjaga kondisi supaya kalau dipanggil lagi, saya sudah siap,” ujarnya.
Baca Juga: Sambut 2.034 Maba UMMI, Pemkab Sukabumi Serahkan Beasiswa Bupati "Generasi Mencrang"
Pengalaman bersama Putri Nusantara kini menjadi bekal bagi Khansa untuk terus meningkatkan kemampuannya. Ia menyadari persaingan untuk kembali masuk skuad Timnas U-17 tidak mudah.
“Untuk target terdekat, tentu saya ingin kembali masuk skuad Timnas U-17. Tapi saya tahu persaingannya juga tidak mudah,” kata Khansa.
Karena itu, Khansa memilih fokus memperbaiki diri, menjaga konsistensi bersama klub dan bekerja keras dalam setiap latihan. Baginya, kesempatan kembali ke tim nasional harus diperjuangkan melalui proses.
“Saya tidak mau hanya berpikir soal masuk timnas, tetapi lebih dulu fokus memperbaiki diri, konsisten bermain di klub, bekerja keras saat latihan, dan menunjukkan bahwa saya layak mendapatkan kesempatan lagi di tim nasional,” pungkasnya.
Editor : Fitriansyah