Sukabumi Update

Dari Cicurug Sukabumi, Khansa Nisa Menjemput Mimpi di Jersey Timnas Indonesia

Khansa Nisa Arrosid (Kiri), pesepak bola muda asal Kampung Nanggerang, Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. (Sumber : dok nisa)

SUKABUMIUPDATE.com - Dari sebuah kampung di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mimpi Khansa Nisa Arrosid tentang sepak bola tumbuh perlahan. Kampung Nanggerang, Desa Nanggerang, menjadi tempat gadis kelahiran Sukabumi itu mengenal permainan yang kemudian membawanya melangkah semakin jauh.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, sepak bola bukan sekadar permainan bagi Khansa. Dari lapangan-lapangan tempat ia berlatih, ia mulai menumbuhkan mimpi untuk bisa bermain di level yang lebih tinggi.

Kini, di usianya yang baru 15 tahun, perjalanan itu membawanya pada sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Khansa mendapat kesempatan mengenakan jersey Tim Nasional Indonesia melalui Putri Nusantara.

Bagi Khansa, momen tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan sepak bolanya. Namun, sebelum sampai di titik itu, ada cerita panjang yang dimulai dari masa kecilnya di Cicurug.

Baca Juga: Lapas Nyomplong Sukabumi Pindahkan Napi ke Karawang dan Subang, Mayoritas Kasus Narkotika

Ia lahir dan besar di Sukabumi, menghabiskan masa kanak-kanaknya di lingkungan Kampung Nanggerang. Dari sana, langkahnya kemudian berlanjut hingga bergabung dengan Cipta Cendikia FA Bogor dan mengembangkan kemampuannya sebagai pesepak bola putri.

“Iya, betul, saya dari Sukabumi, tepatnya Cicurug. Saya lahir dan besar di Sukabumi, jadi dari kecil memang sudah tumbuh dan menjalani banyak hal di sana,” kata Khansa saat diwawancarai sukabumiupdate.com, Rabu (16/9/2026).

Ketertarikan Khansa terhadap sepak bola bermula ketika ia sering mengantar saudaranya latihan. Saat itu, ia mulai mengenal sepak bola lebih dekat hingga akhirnya ikut bermain ketika masih duduk di kelas 3 SDN 1 Cicurug.

“Kalau tidak salah sejak kelas 3 SD, Khansa mulai bermain sepak bola sejak usia sekitar 8–9 tahun,” ujarnya.

Baca Juga: Sekdis Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Siswi PKL, Dishub Sukabumi Evaluasi Internal

Dari yang awalnya hanya mengikuti latihan dan mencoba bermain, Khansa kemudian semakin serius menekuni sepak bola. Perjalanannya berlanjut hingga bergabung dengan Cipta Cendikia Football Academy (CCFA) Bogor.

Bersama CCFA, perjalanan Khansa mulai mencatatkan prestasi. Ia berhasil meraih penghargaan Best Player kategori U-15 HYDROPLUS Soccer League Jakarta 2025/2026. Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian dalam proses panjangnya mengembangkan kemampuan di sepak bola.

Keputusan Khansa menekuni sepak bola mendapat dukungan dari keluarga. Meski sempat ada kekhawatiran karena sepak bola merupakan olahraga yang cukup keras bagi seorang perempuan, orang tuanya tetap mendukung selama Khansa tetap memperhatikan pendidikan.

Dalam perjalanannya, Khansa juga pernah mendengar anggapan bahwa sepak bola bukan olahraga untuk perempuan. Namun, ia memilih menjadikannya sebagai motivasi untuk membuktikan bahwa perempuan juga bisa berprestasi melalui sepak bola.

Baca Juga: Pemotor MD, Kronologi Adu Banteng Satria FU dan Mobil Pick Up di Sagaranten Sukabumi

Perjalanan dari sekadar bermain hingga mendapat kesempatan membela tim nasional dilalui dengan latihan dan berbagai kompetisi. Menurut Khansa, tantangan terbesar dalam perjalanan tersebut adalah menjaga konsistensi dan mental ketika menghadapi pertandingan maupun proses latihan.

“Tantangan paling berat selama menjalani latihan dan pertandingan mungkin adalah menjaga konsistensi dan mental. Tetapi Khansa selalu berusaha menjadikan hal-hal tersebut sebagai pengalaman untuk belajar dan menjadi lebih baik,” katanya.

Bagi Khansa, keluarga menjadi sosok yang paling banyak memberikan dukungan. Orang tua selalu memberikan semangat dan menjadi tempat meminta nasihat dalam menjalani perjalanan sebagai atlet muda.

Saat ini, Khansa masih memiliki target besar dalam sepak bola. Ia ingin terus berkembang, menjadi pemain profesional, dan suatu hari bisa memperkuat Timnas Indonesia senior.

Baca Juga: Dapur Magma Anak Krakatau Capai Kedalaman 26 Km, BRIN: Dalam Fase Inkubasi

Pemain yang menjadi inspirasinya adalah Cristiano Ronaldo, terutama karena kerja keras, disiplin, dan semangatnya dalam menjalani sepak bola.

“Bagi Khansa, sepak bola bukan hanya olahraga, tetapi sesuatu yang membuat Khansa bahagia dan terus ingin berkembang. Sepak bola mengajarkan Khansa tentang kerja sama, disiplin, percaya diri, dan pantang menyerah,” tuturnya.

Khansa berharap perjalanan yang dijalaninya bisa menjadi motivasi bagi anak perempuan lain yang memiliki mimpi serupa.

“Jangan takut untuk bermimpi dan jangan ragu untuk mencoba. Kalau memang suka sepak bola, teruslah berlatih dan percaya pada diri sendiri,” pesan Khansa.

Baca Juga: "Harus Ugal-ugalan di Jalan”, Alasan Driver Maxim Sukabumi Protes Program Turbo

Perjalanan Khansa menunjukkan bahwa mimpi besar tidak selalu dimulai dari tempat yang besar. Kadang, ia tumbuh dari sebuah kampung, dari lapangan sederhana, dan dari seorang anak yang sejak kecil memilih untuk terus mengejar bola.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT