Sukabumi Update

Persija Jakarta Tak Bisa Gunakan SUGBK hingga April 2027, Ini Penyebabnya

Selebrasi para pemain Persija Jakarta setelah Rizky Ridho cetak gol kegawang Persik Kediri. (Sumber: Instagram/@persija)

SUKABUMIUPDATE.com - Persija Jakarta dipastikan takkan dapat menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, sebagai kandang hingga April 2027. Hal tersebut disebabkan adanya proses perbaikan lapangan yang berlangsung selama periode tersebut.

Kanit SUGBK, Abdal Hiari Rijal, menjelaskan bahwa pihak pengelola telah berkoordinasi dengan manajemen Persija terkait penggunaan stadion. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu baru bisa kembali menjadikan SUGBK sebagai markas setelah proses perbaikan rampung pada April 2027.

Baca Juga: Closing Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 Spektakuler, Anggun C. Sasmi Bikin SUGBK Bergemuruh

Meski demikian, Persija tetap harus menyesuaikan jadwal pertandingan dengan berbagai agenda kegiatan yang telah dijadwalkan berlangsung di stadion tersebut. “Terkait jadwal kami sudah koordinasikan dengan manajemen Persija yang bisa kami penuhi atau tidak. Jadi selama proses perbaikan lapangan ini jadwalnya tidak bisa. Tapi setelah rumputnya sudah ready kami akan menyesuaikan dengan jadwal dan event yang sudah kami terima dengan jadwal pertandingan Persija,” katanya dilansir dari suara.com. 

Perbaikan yang dilakukan mencakup penguatan area Field of Play (FOP) atau lapangan utama SUGBK. Upaya ini merupakan bagian dari langkah PPKGBK untuk meningkatkan kualitas fasilitas stadion agar dapat menunjang berbagai kegiatan berskala besar, sekaligus tetap mempertahankan fungsi utamanya sebagai arena olahraga, khususnya sepak bola.

Baca Juga: Safee Sali Bicara Tekanan Suporter Indonesia Jelang Malaysia Hadapi Skuad Garuda di SUGBK

Saat ini, lapangan SUGBK memiliki kapasitas daya dukung sekitar 150–200 kilogram per meter persegi. Sementara itu, beban panggung dan perlengkapan produksi konser berisiko melebihi kemampuan struktur lapangan yang ada apabila tidak dilakukan penguatan.

Kondisi tersebut dapat memicu kerusakan pada lapisan bawah lapangan, perubahan ketinggian sistem drainase, hingga menyebabkan genangan air. Selain itu, beban berlebih juga berpotensi mengganggu tingkat kerataan permukaan lapangan.

Sumber: suara.com

Editor : Muhammad Farhan Al Rasyid

Tags :
BERITA TERKAIT