SUKABUMIUPDATE.com - Tim futsal putri MAN 1 Kabupaten Sukabumi berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara nasional AXIS Nation Cup 2026.
Gelar tersebut diraih setelah MAN 1 Kabupaten Sukabumi menundukkan SMAN 1 Kepahiang, Bengkulu, dengan skor 4-1 pada partai final yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Prestasi tersebut tidak diraih dengan mudah. Sebelum melaju ke tingkat nasional, tim asal Kabupaten Sukabumi itu harus melewati serangkaian tahapan seleksi dan verifikasi yang cukup ketat.
Pelatih tim futsal putri MAN 1 Kabupaten Sukabumi, Fachry Nurrojab, mengatakan keikutsertaan timnya dalam AXIS Nation Cup 2026 diawali dengan pengajuan dan verifikasi dokumen.
Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, MAN 1 Kabupaten Sukabumi berhak mengikuti babak regional Jawa Barat yang digelar di Bandung.
"Untuk awalnya kita itu tidak langsung ke nasional, butuh perjuangan. Karena AXIS Nation Cup itu ada regional-regional tertentu yang wajib dilewati terlebih dahulu, mulai dari verifikasi data sampai masuk ke tingkat provinsi," kata Fachry saat diwawancarai, Minggu (1/11/2026).
Baca Juga: Veda Ega Pratama Ukir Prestasi di Moto3 Malaysia 2026, Finis Kedua di Belakang Quiles
Dia menjelaskan, persaingan pada kategori putri terbilang ketat. Berbeda dengan kategori putra yang memiliki beberapa wilayah kualifikasi di Jawa Barat, kategori putri hanya memiliki satu regional, yakni Bandung.
Di regional tersebut, MAN 1 Kabupaten Sukabumi harus bersaing dengan sejumlah tim selama dua hari pertandingan. Hasilnya, mereka berhasil keluar sebagai juara pertama dan berhak mewakili Jawa Barat di tingkat nasional.
Menurut Fachry, ketatnya persaingan juga terlihat dari terbatasnya kuota peserta kategori putri di tingkat nasional yang hanya diikuti lima tim.
"Untuk putri itu sangat selektif sekali. Di nasional hanya ada lima tim. Jadi benar-benar diseleksi dari pihak regional. Alhamdulillah kita bisa masuk dan menjadi juara satu di Jawa Barat," ujarnya.
Setelah memastikan tiket ke tingkat nasional, persiapan pun dilakukan secara lebih intensif. Fachry mengatakan tim menjalani latihan selama kurang lebih tiga pekan dengan jadwal latihan pagi dan sore.
Pembinaan atlet di MAN 1 Kabupaten Sukabumi sendiri dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler serta program beasiswa atlet. Program tersebut mencakup sejumlah cabang olahraga, seperti futsal, voli, dan bulu tangkis.
Pada tahun ajaran ini, sekolah juga mulai menjalankan kelas olahraga sebagai upaya mendukung pengembangan kemampuan atlet sejak kelas 10.
"Alhamdulillah kita disupport oleh sekolah dan komite sekolah juga. Jadi ketika ada kegiatan, baik dari segi materi maupun nonmateri, sekolah bisa mendukung," tuturnya.
Baca Juga: Raffi, Willie dan Polisi Minta Maaf, Sebut Penyelenggara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasewa
Untuk latihan rutin, para atlet biasanya berlatih setelah kegiatan pembelajaran selesai. Namun, ketika menghadapi turnamen tingkat provinsi maupun nasional, tim mengajukan dispensasi kepada sekolah agar dapat menjalani latihan tambahan pada pagi atau sore hari.
Dukungan terhadap tim juga terlihat dari antusiasme suporter yang datang langsung ke Istora Senayan. Fachry menyebut sekitar 250 hingga 300 orang berangkat menggunakan lima bus untuk memberikan dukungan kepada tim futsal putri MAN 1 Kabupaten Sukabumi.
Namun, menurut Fachry, tantangan terbesar justru dirasakan ketika para pemain harus tampil di panggung nasional. Selain menghadapi tim-tim dengan kualitas permainan yang baik, para pemain juga harus beradaptasi dengan atmosfer pertandingan di Istora Senayan yang disaksikan banyak penonton.
Dia menyebut pertandingan semifinal menjadi salah satu momen paling menegangkan karena para pemain sempat mengalami gugup.
Setelah berhasil melewati pertandingan tersebut, Fachry meminta anak asuhnya untuk tetap fokus, menjaga komunikasi, dan bermain tenang saat menghadapi partai final.
"Yang paling sulit itu di semifinal. Anak-anak nervous banget. Setelah lolos ke final, saya hanya mengingatkan bagaimana caranya bermain fokus, komunikasi, dan tetap tenang. Alhamdulillah anak-anak bisa lepas bermain," ungkapnya.
Pada partai puncak, MAN 1 Kabupaten Sukabumi akhirnya mampu mengalahkan SMAN 1 Kepahiang dengan skor telak 4-1.
Baca Juga: Prediksi Line Up Liverpool vs Arsenal, Ini Daftar Pemain yang Diperkirakan Tampil
Fachry mengaku tidak sepenuhnya memperkirakan timnya mampu meraih kemenangan tersebut karena lawan dinilai memiliki kualitas permainan yang baik.
"Saya juga enggak ekspektasi sampai ke sana, karena SMAN 1 Kepahiang itu bagus futsalnya. Tapi alhamdulillah, berkat kerja keras anak-anak dan doa, kita bisa meraih hasil seperti ini," katanya.
Kemenangan tersebut disambut haru oleh para pemain, pelatih, dan guru yang hadir menyaksikan pertandingan. Suasana setelah pertandingan pun berlangsung penuh kebahagiaan hingga diwarnai tangis haru.
Selain meraih gelar juara nasional, MAN 1 Kabupaten Sukabumi juga membawa pulang sejumlah penghargaan individu.
Tiga pemainnya, yakni Siti Dalfa selaku kapten tim, Disa Nurul, dan Azizah, masuk dalam daftar lima pemain terbaik di posisi masing-masing.
Disa Nurul juga berhasil meraih penghargaan sebagai top scorer kategori putri. Sementara Fachry Nurrojab dinobatkan sebagai pelatih terbaik atau best coach.
Fachry mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses pembinaan, latihan, kerja sama pemain, serta dukungan berbagai pihak, mulai dari sekolah hingga orang tua.
"Kalau arti gelar juara ini, satu kalimat saja, proses tidak mengkhianati hasil. Karena kita banyak sekali prosesnya. Ini buah dari latihan, kerja sama, pihak sekolah, dan orang tua yang semuanya memberikan dukungan," ucapnya.
Gelar juara AXIS Nation Cup 2026 sekaligus melanjutkan catatan panjang prestasi tim futsal putri MAN 1 Kabupaten Sukabumi di berbagai kompetisi.
Pada 2018, tim tersebut menjadi runner-up tingkat Jawa Barat. Kemudian pada 2023, mereka meraih peringkat ketiga dalam kompetisi tingkat nasional di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Prestasi kembali ditorehkan pada 2025. Tim futsal putri MAN 1 Kabupaten Sukabumi berhasil menjadi runner-up dalam kompetisi di UNJ. Pada tahun yang sama, mereka juga keluar sebagai juara pertama dalam kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Universitas Budi Luhur (UBL).
Menurut Fachry, gelar juara AXIS Nation Cup 2026 memiliki nilai tersendiri karena diraih melalui proses seleksi yang ketat.
Meski telah mencapai prestasi di tingkat nasional, Fachry menegaskan tim tidak akan berhenti berlatih. Setelah AXIS Nation Cup, MAN 1 Kabupaten Sukabumi telah menyiapkan agenda berikutnya, yakni mengikuti Piala Super Cup Proton tingkat Jawa Barat pada Desember mendatang.
Selain itu, tim juga membidik sejumlah turnamen tingkat nasional yang digelar perguruan tinggi, di antaranya kompetisi di Universitas Budi Luhur (UBL), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Bagi Fachry, berbagai kompetisi tersebut juga menjadi kesempatan bagi para pemain, khususnya siswa kelas 12, untuk membuka peluang melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi olahraga.
"Anak-anak kelas 12 juga bisa berkarier di futsal dan kuliah dari hasil keringat mereka. Sekarang atlet sudah dihargai di universitas negeri maupun swasta, ada beasiswa dan jalur prestasi bagi atlet yang memiliki banyak capaian," jelasnya.
Fachry berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi perkembangan futsal putra maupun putri di Kabupaten Sukabumi.
Dia ingin semakin banyak atlet muda mendapatkan pembinaan sehingga mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Menurutnya, pembinaan atlet usia muda harus terus dilakukan meski masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
"Harapan saya Sukabumi bisa mencapai tingkat nasional bahkan internasional. Anak-anak juga bisa masuk Timnas dengan semangat pembinaan usia muda. Jangan terpaku melihat keterbatasan sarana, karena motivasi anak dan peran pelatih dalam pembinaan usia muda itu sangat penting," pungkasnya.
Editor : Asep Awaludin