Sukabumi Update

Perlintasan Tanpa Perlindungan: Saat Negara Absen, Nyawa Jadi Taruhan

Ilustrasi - Perlintasan tanpa perlindungan bukan sekadar celah infrastruktur, tapi ancaman nyata bagi keselamatan warga. (Sumber : AI/Copilot).

Oleh: Hamidah,M.Pd
Praktisi pendidikan

Selama ini, banyak perlintasan kereta api tidak resmi dikuasai oleh oknum atau kelompok masyarakat karena pemerintah belum menyediakan palang pintu yang memadai. Kondisi ini membuat pengamanan bergantung pada pihak yang tidak memiliki kewenangan maupun standar keselamatan yang jelas. Akibatnya, risiko kecelakaan menjadi sangat tinggi.

Di banyak titik, pengendara sering memaksakan diri menerobos perlintasan tanpa pengamanan yang layak. Minimnya pengawasan, kurangnya rambu, serta tidak adanya palang pintu resmi membuat kedisiplinan lalu lintas semakin lemah. Situasi ini bukan sekadar pelanggaran, tetapi menjadi ancaman nyata bagi keselamatan jiwa.

Tragedi Bekasi yang baru saja terjadi menjadi bukti pahit dari kelalaian ini. Kecelakaan yang merenggut korban jiwa seharusnya bisa dicegah jika sistem pengamanan perlintasan dibenahi secara serius. Peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa negara belum sepenuhnya hadir dalam menjamin keselamatan warganya di ruang publik yang sangat vital.

Sudah saatnya pemerintah mengambil tanggung jawab penuh: membangun palang pintu resmi, menempatkan petugas yang berwenang, serta memperkuat edukasi dan penegakan hukum. Keselamatan tidak boleh diserahkan pada sistem yang setengah jadi. Karena ketika nyawa menjadi taruhan, kelalaian sekecil apa pun bisa berujung pada tragedi besar.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT