Sukabumi Update

Adanya Wabah Bukan Alasan Untuk Mengeluh, Jadilah Tangguh!

Oleh : Santi Maelani 

(Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar)

Indonesia belum lepas dari pandemi Covid-19 yang sampai saat ini telah berlangsung enam bulan, pemerintah mengeluarkan kebijakan dimana adanya social distancing, phsycal distancing dan WFH (work from Home), selain itu pemerintah juga meminta untuk menggunakan masker saat keluar rumah agar tidak terjadinya penyebaran virus ini. Selama periode tersebut banyak orang yang mengeluh tentu saja dengan adanya wabah ini  banyak korban krisis ekonomi.

Disadari atau tidak, mengeluh adalah sifat manusia yang timbul saat tertimpa masalah dan kesulitan dalam hidupnya. Siapapun anda dan apapun profesi anda, anda pasti pernah 'mengeluh'. Apalagi dalam kondisi saat ini kita semua sedang diberi cobaan dimana adanya wabah yang masih belum selesai. Mengeluh memang bukan sesuatu yang asing, dan bukan sesuatu yang layak buat tetap tinggal dalam diri kita, biarkan hanya untuk singgah bukan untuk menetap.

Firman Allah dalam QS Al-Ma’arij: 19-20 “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah, apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah”.

Hal ini membuktikan bahwa kita sebagai manusia memang suka mengeluh tiap kali ada hal yang dirasa bertolak belakang dengan apa yang kita harapkan. Ada saja yang kita keluhkan setiap harinya, yang kuliah mengeluh karena banyak tugas, yang bekerja mengeluh karena capek, yang sudah menikah mengeluh karena bebannya bertambah, Ada banyak alasan untuk dikeluhkan dan itu wajar.

Kenapa dikatakan wajar? Karena mengeluh itu manusiawi. Tetapi mengeluh yang sifatnya berkelanjutan dapat memicu depresi.

'Kenapa nasibku seperti ini?'. Itulah pertanyaan dan pernyataan yang sering dikeluhkan oleh seseorang dalam hidupnya terutama dalam kondisi sekarang krisis ekonomi akibat pandemi, pandemi covid berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat Indonsia, dan sudah jutaan pekerja yang terpaksa kena PHK.

Mungkin saja kita melihat rumput tetangga lebih hijau. Kita merasa iri terhadap nasib orang lain. Padahal, bisa jadi "hidup yang anda keluhkan, adalah hidup yang orang lain inginkan. Nasihat klasik tetapi memberi manfaat fantastic, mari terus belajar sabar.

Bersabar dalam artian bahwa sesudah kesulitan, akan muncul kemudahan. Ingat badai pasti berlalu. "Sabar itu ilmu tingkat tinggi. Belajarnya setiap saat. Latihannya setiap saat. Ujiannya sering mendadak". "Perjuangan akan makin berat manakala kita mulai mengeluh dan membandingkannya dengan beban orang lain yang terlihat lebih ringan," (Harry Slyman).

Mengeluh tidak dapat menyelesaikan masalah, tetapi hanya akan memicu amarah yang akan membuat anda mudah lelah dan terus merasa lelah. Setiap ujian hidup bukan untuk dihindari, melainkan dilewati dengan ikhlas dan lapang hati.

Lalu apa yang harus di lakukan? 

Selalu bersyukur jangan tafakur, jadilah tangguh supaya anda bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, lihatlah ke bawah jangan selalu ke atas,  jadilah pribadi yang kuat jangan mudah putus asa karena kita hidup di dunia bukan tanpa problema, semua orang punya hal untuk di keluhkan setiap waktunya. 

Jangan membelenggu diri anda sendiri dengan keluh kesah, mulailah dengan hal-hal yang baik supaya hidup anda terarah, mulai bangkit agar hati tidak merasakan sakit, Yakinlah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini. yakinkan dalam hati bahwa pandemi bisa kita lalui.

Always Positive Thinking, Ingat, Tuhan tidak pernah memberikan cobaan yang tidak bisa dilalui oleh hambanya, Allah tahu kamu mampu. Semoga wabah ini cepat berlalu.

Hadapi, Jalani, Syukuri!

Editor : Budiono

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI