Sukabumi Update

Rupiah Melemah, Gaikindo Pastikan Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil

Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). (Sumber Foto: Laman Resmi GIIAS)

SUKABUMIUPDATE.com - Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan berbagai tantangan ekonomi belakangan ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memastikan para agen pemegang merek tidak akan terburu-buru menaikkan harga jual kendaraan. Industri otomotif nasional justru tetap optimistis mampu menjaga tren penjualan positif sepanjang tahun 2026.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mengungkapkan bahwa capaian penjualan kendaraan domestik hingga April 2026 menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Oleh karena itu, kebijakan menaikkan harga saat ini dikhawatirkan dapat mengganggu tren pertumbuhan tersebut.

“Kita optimistis. Kalau kita lihat dari capaian sampai bulan April kan masih positif dan itu yang harus kita jaga momentumnya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Menurut Kukuh, menjaga momentum ini sangat krusial agar daya beli dan kepercayaan diri masyarakat untuk membeli kendaraan baru tidak surut, sekaligus memastikan roda industri otomotif nasional tetap berputar stabil.

Menanggapi kekhawatiran potensi lonjakan harga mobil baru menjelang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada Juli mendatang akibat depresiasi rupiah terhadap dolar AS, Kukuh menegaskan pelaku industri tidak akan gegabah mengambil keputusan berdasarkan fluktuasi jangka pendek.

Menurutnya, menaikkan harga secara instan justru bisa menjadi bumerang bagi industri.

“Pelaku industri otomotif nggak segampang itu untuk menaikkan harga. Karena kalau terlalu gegabah, yang terjadi malah sebaliknya. Orang jadi nahan beli,” tegas Kukuh.

Kukuh menambahkan, ketika konsumen mulai menahan diri untuk membeli kendaraan, efek domino yang dihasilkan akan sangat panjang dan memukul rantai pasok dari hulu ke hilir.

“Begitu konsumen nahan beli, efeknya panjang. Ada stok barang jadi, stok yang belum jadi, komponen, sampai raw material,” lanjutnya.

Guna menjaga gairah pasar, Gaikindo menggantungkan harapan besar pada penyelenggaraan pameran GIIAS 2026 yang dijadwalkan berlangsung Juli nanti. Ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia ini diharapkan menjadi stimulus kuat untuk mendongkrak minat beli masyarakat lewat peluncuran berbagai produk inovatif dan model kendaraan terbaru.

Melalui strategi penahanan harga yang matang dan hadirnya pameran besar, Gaikindo berharap iklim industri otomotif domestik tetap bergerak di zona positif hingga akhir tahun.

Sumber: Suara.com

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT