SUKABUMIUPDATE.com - Ban tubeless adalah jenis ban yang sering digunakan dan menjadi pilihan oleh pengendara sepeda motor. Hal ini karena keunggulan dengan ban konvensional yang masih menggunakan ban dalam. Namun Ban Tubeless terkadang sering kempes dengan sendiri, lalu apakah penyebabnya?
Berbeda dengan ban konvensional, ban tubeless saat terkena benda tajam tidak akan langsung cepat kehilangan angin. Hal ini tentunya sangat menguntungkan pengendara karena bisa langsung mencari lokasi untuk mengatasinya.
Ban tubeless memiliki kemampuan lebih baik dalam meredam panas yang muncul saat kendaraan digunakan. Kondisi ini membuat ban lebih tahan lama sekaligus menekan risiko ban pecah di tengah perjalanan.
Baca Juga: John Herdman Mulai Proyek Besar, Dua Pemain Segera Bela Timnas Indonesia
Namun, dibandingkan ban biasa, ban tubeless menggunakan material yang lebih lunak. Karakter tersebut membuat usia pakainya cenderung lebih singkat.
Selain itu, konstruksi ban yang lebih tebal juga dapat menyebabkan ban lebih mudah kehilangan tekanan udara serta mempercepat kerusakan pelek ketika sering digunakan di jalanan terjal.
Penyebab Ban Tubeless Sering Kempes
Nah berikut ini ada beberapa faktor umum yang menyebabkan ban tubeless mudah kempes, dikutip dari laman Suzuki:
1. Pentil Motor Longgar
Pentil atau katup ban berfungsi menjaga tekanan udara tetap stabil di dalam ban. Jika bagian ini kendur atau mengalami kerusakan, udara dapat keluar secara perlahan. Kondisi tersebut biasanya terjadi akibat pemasangan yang kurang tepat atau faktor usia pemakaian.
Karena itu, pemeriksaan dan pengencangan pentil secara rutin sangat diperlukan agar tidak terjadi kebocoran.
2. Terjadi Bocor Halus
Bocor halus merupakan kebocoran kecil yang sulit dikenali karena ban tidak langsung kehilangan angin secara drastis. Biasanya kondisi ini dipicu tusukan benda tajam berukuran kecil seperti paku atau serpihan logam.
Untuk mengatasinya, pengguna dapat memeriksa kondisi ban secara berkala atau menggunakan cairan penambal anti-bocor agar lubang kecil bisa segera ditangani, atau bisa juga dilakukan dengan cara tambal ban dengan teknik Tiptop.
Baca Juga: Rebusan Serai dan Jeruk Nipis Bantu Turunkan Kolesterol Setelah Konsumsi Daging Kambing
3. Debu dan Pasir Menempel pada Ban
Kotoran seperti debu dan pasir yang menempel di area pelek dan bibir ban dapat mengganggu kerapatan segel antara ban dan pelek. Akibatnya, udara perlahan keluar dari celah kecil yang terbentuk.
Membersihkan bagian pelek dan memastikan pemasangan ban dilakukan dengan benar dapat membantu mencegah masalah ini.
4 Pelek Mengalami Kebengkokan
Pelek yang bengkok atau tidak presisi dapat merusak sambungan rapat antara ban dan pelek sehingga udara mudah keluar. Kerusakan ini biasanya terjadi akibat benturan keras atau kecelakaan.
Oleh sebab itu, kondisi pelek perlu dicek secara berkala dan segera diganti apabila kerusakannya cukup parah.
5. Ban Sudah Aus atau Botak
Ban yang sudah botak memiliki lapisan lebih tipis sehingga lebih mudah tertusuk dan rusak. Selain itu, daya cengkeram ban juga menurun sehingga risiko kebocoran menjadi lebih tinggi.
Mengganti ban yang sudah aus dengan ban baru menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan dan mencegah ban sering kempes.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tak Khawatir Rupiah Tembus 17.800
6. Ada Paku Menancap di Ban
Paku atau benda tajam lain yang menempel pada ban menjadi salah satu penyebab utama kebocoran. Lubang akibat tusukan tersebut bisa membuat udara keluar secara perlahan maupun cepat, tergantung ukuran lubangnya.
Penanganan dapat dilakukan menggunakan metode tambal seperti patch atau plug. Pemeriksaan rutin juga penting agar benda asing yang menancap bisa segera diketahui
Editor : Ikbal Juliansyah