Sukabumi Update

100 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Resmi Mengaspal di Palabuhanratu Sukabumi

Nanik S Deyang hingga Bupati Asep Japar saat menjajal becak listrik bantuan Presiden Prabowo di Palabuhanratu Sukabumi, Senin (19/10/2026). (Sumber Foto: SU/Ilyas)

SUKABUMIUPDATE.com - Becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto mulai dijajal di kawasan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (19/10/2026). Kendaraan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan para penerima manfaat yakni penarik becak lanjut usia (lansia) sekaligus mendukung aktivitas transportasi di kawasan wisata.

Uji coba dilakukan setelah penyaluran tahap awal sebanyak 100 unit becak listrik melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Wakil Ketua YGSN sekaligus Presiden Becak Listrik Indonesia, Nanik S. Deyang, menjajal kendaraan tersebut bersama Bupati Sukabumi Asep Japar, Wakil Bupati Andreas, dan Sekretaris Daerah Ade Suryaman.

Sejumlah anak sekolah tingkat SD dan SMP juga ikut mencoba becak listrik. Rombongan berkeliling dari Setda menuju Jalan Raya Siliwangi, Pasar Palabuhanratu, hingga Alun-alun Palabuhanratu.

Baca Juga: 100 Becak Listrik Kiriman Prabowo Siap Meluncur ke Destinasi Wisata Sukabumi

Nanik S. Deyang mengatakan, program becak listrik telah berjalan sejak 2023, sebelum Prabowo menjabat sebagai presiden. Program tersebut, kata dia, berangkat dari kepedulian terhadap penarik becak yang mayoritas berusia lanjut dan masih mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah.

"Jadi ini sebetulnya program becak listrik ini sejak tahun 2023. Jadi sebelum Pak Prabowo, Pak Presiden Prabowo menjadi presiden, ya tadi sudah saya sampaikan ini bentuk kepedulian beliau, rasa beliau, prihatin melihat banyak sekali pebecak di Indonesia ini rata-rata usianya di atas 70 tahun dan mereka menggunakan tenaga," kata Nanik.

Dia menyebutkan, jumlah becak listrik yang telah disalurkan secara nasional mendekati 15.000 unit. Sementara itu, sekitar 60.000 unit lainnya masih dalam proses penyediaan setelah dipesan Presiden Prabowo.

"Ya, makanya saya bilang di sini nanti kalau kurang kita pasti kasih, Pak Presiden akan terus membantu untuk para pebecak di Indonesia," ujarnya.

Sukabumi Berpeluang Dapat Tambahan 200 Becak Listrik

Nanik mengatakan, bantuan becak listrik untuk Kabupaten Sukabumi berpeluang bertambah. Setelah penyaluran tahap awal sebanyak 100 unit, pihaknya berencana memberikan tambahan 200 unit.

"Untuk di Sukabumi sementara 100 karena data sementara 100, tapi nanti katanya Pak Bupati ada masih ada, jadi kita akan tambah insyaallah 200," ungkapnya.

Meski demikian, penambahan bantuan tersebut masih bergantung pada proses produksi dan distribusi. Menurut Nanik, sejumlah daerah lain juga tengah menunggu giliran menerima bantuan serupa.

Dia menjelaskan, penyaluran tahap awal diprioritaskan bagi penarik becak lanjut usia. Ke depan, program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penarik becak di berbagai daerah.

"Tahap awal. Tahap awal. Kenapa? Karena kan kita ini enggak bisa produksi langsung banyak. Jadi, kita lansia dulu, tapi berikutnya karena presiden maunya tidak ada orang lagi mencari nafkah dengan berbecak dengan menggunakan tenaga, mengayuh becak itu," tuturnya.

Nanik menegaskan, bantuan becak listrik tidak hanya diperuntukkan bagi kawasan wisata. Menurut dia, seluruh wilayah di Indonesia yang masih memiliki penarik becak berpeluang menerima bantuan.

"Enggak, semua, semua. Semua wilayah di mana se-Indonesia di mana masih ada eh pebecak, kita akan berikan," tegasnya.

Baca Juga: Dukung Akses Air Bersih, PLN Indonesia Power UBP JPR Bantu Sumur Bor di TMMD ke-130 Sukabumi

Selain membantu mengurangi beban fisik penarik becak, Nanik menyebut biaya operasional kendaraan listrik tersebut relatif terjangkau. Dia mengatakan, satu kali pengisian daya membutuhkan biaya sekitar Rp4.000 dan dapat digunakan selama dua hingga tiga hari, bergantung pada pemakaian.

"Satu kali nge-charge itu 4.000 perak, 4.000 itu bisa untuk 2-3 hari mungkin, ya. Dan listriknya itu 450 itu jadi listrik paling rendah, ya, berarti 450 itu bisa," jelasnya.

Menurut Nanik, biaya tersebut lebih ringan dibandingkan ongkos sewa becak yang selama ini harus dikeluarkan sebagian penarik becak.

"Kalau nyewa kalau enggak salah sehari Rp10.000. Dia sekarang keluarkan 1.500 dan becaknya becak sendiri," ujarnya.

Nanik menambahkan, becak listrik yang diberikan menjadi aset pribadi penerima bantuan, tetapi tidak boleh dipindahtangankan.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan tersebut. Dia berharap becak listrik dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga penerima.

"Saya atas nama pemerintah Kabupaten Sukabumi mengucapkan terima kasih ya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas hibah becak listrik ya kepada warga masyarakat Sukabumi," kata Asep.

Menurut Asep, becak listrik berpotensi mendukung aktivitas wisata di Palabuhanratu dan kawasan lain yang sesuai untuk operasional kendaraan tersebut.

"Pasti itu, karena ini kan di kita itu daerah wisata yang sementara ini daerahnya datar dan ini memungkinkan untuk itu," ujarnya.

Dia mengatakan, pemanfaatan becak listrik nantinya tidak hanya berfokus di kawasan wisata. Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga akan mempertimbangkan kebutuhan transportasi masyarakat, termasuk untuk perjalanan menuju pasar dan rumah sakit.

"Nanti yang untuk ke pasar, untuk ke rumah sakit, insyaallah daerah-daerah Kabupaten Sukabumi insyaallah nanti akan terbagi, ya, sesuai dengan kondisinya," jelasnya.

Asep mengatakan, penentuan penerima bantuan berikutnya akan dilakukan bersama tim terkait agar penyalurannya tepat sasaran. Prioritas diberikan kepada warga yang benar-benar berprofesi sebagai penarik becak dan membutuhkan bantuan.

"Ya, nanti sama-sama dengan tim, jangan sampai nanti salah sasaran. Nah, kita untuk memberikan kepada yang penerima yang kurang itu betul-betul harus dibantu. Yang memang profesinya pebecak dari awal," tegasnya.

Baca Juga: Jadwal Super League 2026/2027 Pekan Keenam: Persija vs Arema, Madura United vs Persib

Salah seorang penerima bantuan, Budi Saputra Mulyadi, warga Kampung Lio, RT 03/RW 06, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, mengaku bahagia menerima becak listrik gratis dari Presiden Prabowo Subianto.

Budi berencana menggunakan becak tersebut untuk mencari nafkah dengan mangkal di Pasar Palabuhanratu. Dia akan melayani warga yang membutuhkan transportasi, termasuk mengantar pengunjung pasar yang hendak berbelanja.

"Sangat bahagia sekali, bisa mendapatkan becak gratis. Rencana nanti akan mangkal di pasar, bisa nganterin orang yang belanja ke Pasar Palabuhanratu, anak sekolah," kata Budi.

Dia berharap bantuan tersebut dapat menjadi sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Sebelum menerima becak listrik, Budi mengaku hanya bekerja serabutan.

"Dengan adanya bantuan becak ini tentu bisa menaikkan ekonomi saya dan keluarga. Sebelumnya enggak bekerja, serabutan saja. Dengan adanya becak, alhamdulillah. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo," pungkasnya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT