Sukabumi Update

Sukabumi Potensial Tanam Cavendish dan Pepaya Unggul

SUKABUMIUPDATE.COM - Salah satu komoditas sayuran yang banyak diusahakan di Indonesia adalah bawang merah, mungkin karena budaya memasak di Indonesia tidak bisa lepas dari sayuran yang satu ini. Bawang merah juga dapat tumbuh baik di dataran rendah ataupun di daerah dataran tinggi.

Beberapa varietas bawang merah yang berpotensi hasil tinggi dan disukai oleh konsumen cukup banyak. Hanya saja, pengetahuan petani di Kabupaten Sukabumi tentang varietas bawang merah masih rendah. Untuk itu, memberi rujukan pengetahuan mengenai varietas bawang merah sangat diperlukan petani.

Hal ini disikapi pula oleh Novian Abdurahman, seorang tokoh muda Sukabumi, ”Kenapa harus bawang? Kan sudah ada Brebes. Sukabumi unggulannya apa? Kita harus mendata ini. Saya lihat di Sukabumi ada potensi menjanjikan untuk buah pepaya California dan Cavendish,” ungkap Novian, kepada sukabumiupdate.com, Rabu (14/12).

Menurutnya, komoditi pisang dan pepaya layak untuk dilirik, karena saat ini polanya masih sporadis. Untuk itu, dituntut pengembangan lebih mutakhir dengan menggunakan teknologi. Peran pemerintah daerah diperlukan dalam hal pemutakhiran data secara berkala dan cepat.

“Kita harus tahu hari ini petani tanam apa, apa yang mereka panen, jangan sampai panen melimpah, harga turun dan komoditi cepat busuk, pedagang merugi, petani dikibuli atau dikuasai mafia,” jelas Novian.

Menurut Novian, teknologi bisa menjadi terobosan langsung untuk melakukan pendataan, tidak lagi melalui perantara. Dinas terkait terjun langsung ke lapangan untuk membuat sistem yang menguntungkan bagi para petani.

“Harus ada media semacam aladin.com, amazon.com, tapi fokusnya dibidang pertanian dan perkebunan, pengelolanya harus pemerintah daerah (Pemda), bukan swasta. Juga perlu ada bursa perdagangan hasil pertanian secara online. Ini perlu untuk mengikis peran mafia yang menguasai harga, cara mereka sederhana tapi fatal akibatnya. Mereka memelihara harga tinggi di konsumen dan harga rendah di kalangan petani," jelasnya.

Pada era teknologi saat ini, menurut Novian, harus menjadi momentum untuk mencapai keberhasilan di berbagai bidang. “Kalau manual ya nggak nguber. Database paling penting. Data, data, data. Jika kita tahu tanam apa di desa hari ini, kita tahu harus menghubungi siapa."

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI