SUKABUMIUPDATE.COM - Malam penganugerahan penghargaan Sukabumi Heroes 2016 terhadap dua pemuda kreatif, bertempat di Hotel & Restoran Augusta, Cikukulu, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (19/12), mendapat respon positif berbagai kalangan.
Mata Holang Institute dianggap memiliki perspektif yang berbeda untuk memberikan rangsangan agar terlahir para pemuda pelopor yang inovatif dan berinisiatif untuk tergerak maju bersama di lingkungannya masing-masing.
“Saya percaya, Mata Holang punya mata elang untuk melihat potensi, terlebih ada Kang Nuril Arifin disitu yang piawai menangkap peluang," ungkap Novian Abdurahman, salah satu tokoh muda Sukabumi.
Meski dirinya berhalangan hadir, Novian mengaku memantau progress Anugerah Sukabumi Heroes 2016 melalui sukabumiupdate.com. “Saya tonton video profilnya, saya kira acara seperti ini sangat bagus untuk menstimulan pemuda lainnya,†Novian menanggapi.
Menurut Novian, tentu masih ada lagi calon Hero yang terlewatkan dan belum tersentuh publikasi dan mendapatkan penghargaan, menjadi tugas lanjutan Mata Holang Institute dalam menyelenggarakan anugerah serupa di tahun mendatang.
â€Tapi, alangkah lebih seru dan lebih baik, jika penghargaan itu diberikan tidak hanya untuk Pemuda Sukabumi, siapapun yang berkontribusi terhadap Sukabumi bisa saja mendapatkan award tersebut.†Tutur Novian kepada sukabumiupdate.com, Jumat (23/12).
Ia menjelaskan, open minded dalam berpikir merupakan sebuah keharusan karena menurutnya ada masyarakat luar Kabupaten Sukabumi, tetapi bisa memberikan inspirasi dan kontribusi bagi Kabupaten Sukabumi.
“Jadi Sukabumi Heroes jangan disempitkan harus di Sukabumi dan orang Sukabumi dengan begitu nama Sukabumi akan lebih bisa dikenal di daerah lain. Misal, Hari Tanoe dinobatkan menjadi Sukabumi Heroes," Novian berkelakar.
Novian menyarankan independensi Mata Holang Institute supaya tetap terjaga agar objektivitas dalam menilai Sukabumi Heroes tetap mempunyai kredibilitas yang baik, â€Kalau kayak gini-ginian memang nggak bisa dikaitkan dengan pemerintah daerah (Pemda), dalam hal ini Pemda cuma penikmat. Yang pasti Pemda nggak boleh memberikan penilaian model gini,†kata Novian.
Ke depannya, diharapakan Anugerah Sukabumi Heroes bisa diadakan dengan lingkup yang lebih luas, agar Sukabumi mendapatkan exposure di daerah lain, seperti dengan memberikan penghargaan kepada kepala daerah lainnya di luar Kabupaten Sukabumi akan berdampak pada dorongan Pemda yang bersangkutan untuk datang berkunjung ke Sukabumi.
Menyoal Bekraf (Badan ekonomi Kreatif) yang bertugas membantu presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan dan sinkronisasi kebijakan di bidang ekonomi kreatif, dirinya berpendapat Bekraf harus lebih fokus pada display, mempertemukan para pelaku ekonomi kreatif dan investor.
"Bukan yang memberikan modal, Itu B to B (Business to Bussines-red), ya kalau mereka ngasih hibah, bagus juga. Kalau Bekraf kasih modal uangnya dari mana? Kalau modal kan harus mikir return-nya†pungkas Novian.
Editor : Administrator