SUKABUMIUPDATE.com - Opik (31) warga Kampung Kalapanyondong, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tak pernah menyangka dirinya akan mendapatkan pukulan dari salah seorang oknum Satuan Radar 216 Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNIAU)Â Ciracap.
Seusai mengontrol perahu yang ia tambatkan di pantai Ujunggenteng, Opik bergegas pulang ke rumah. Tak dinyana, ia berpapasan dengan oknum TNI AU di jalan sepi berbecek. Mereka berdua sempat berhenti adu mulut namun tak ada insiden. Merasa tak ada masalah, Opik terus melajukan sepeda motornya.
Rupanya oknum TNI itu belum puas. Ia mengejar Opik hingga Jalan Raya Ujunggenteng, tepat di depan warung Dedeh (24). Sedikit basa-basi, oknum TNI itu menyerangkan tiga pukulan ke wajah Opik. Dedeh yang menyaksikan langsung kejadian itu sontak berteriak agar oknum TNI AU itu berhenti memukul Opik yang hanya menangkis pukulan.
Tidak lama kemudian, warga datang melerai. “Keduanya pun salaman tanda damai,†kata Dedeh mengingat-ingat kejadian itu. “Sudah-sudah, jangan diteruskan lagi. Kasihan,†sambungnya meneruskan kesaksian kepada sukabumiupdate.com, Minggu (13/2).
Bagi Opik, persoalan itu selesai. Ia pun kembali pulang kerumahnya. Entah bagaimana ceritanya, informasi pemukulan oleh oknum TNI AU itu beredar luas khususnya di Desa Ujunggenteng. Tanpa dikomando, ratusan massa langsung mendatangi Pos TNI AU Ciracap.

Penuh amarah, mereka melempari pos dan bangunan milik TNI AU. Dua bangunan jadi sasaran amuk massa hingga rusak berat dan ringan. Jajaran Musyawarah Pimpina Kecamatan (Muspika) pun dibuat repot, dan langsung mengadakan musyawarah guna mengantisipasi semakin beringasnya warga.
Dari hasil musyawarah itu, pihak TNI AU meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku pengrusakan kedua gedung.
BACA JUGA:
Pos TNI AU Ciracap Kabupaten Sukabumi Diserang Massa
Masyarakat Ciracap Kabupaten Sukabumi Minta Damai Soal Perusakan Pos TNI AU
Pos TNI AU Ciracap Kabupaten Sukabumi Dijaga Ketat Aparat Polsek dan Koramil Surade
 Kini, kejadian itu telah berlalu. Warga sudah kembali beraktivitas seperti semula. Bahkan warga berharap, jangan sampai lagi terjadi gontok-gontokan antara masyarakat dengan aparat negara.
Terpisah, Opik pun tak menyangka persoalan yang menimpa dirinya berbuntut panjang. Padahal, kata pria yang sehari-hari berprofesi nelayan ini, ia tidak pernah menceritakan kejadian pemukulan itu kepada orang lain.
“Memang saya di bawa berobat dan visum ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jampang Kulon, oleh paratur desa. Saya banyak diam soal kejadian ini,†tutur Opik.
Editor : Administrator