Sukabumi Update

Sule Warga Ciracap Kabupaten Sukabumi Berharap Bantuan Rumah yang Ambruk

SUKABUMIUPDATE.com - Sule (55), warga Kampung Bojongwaru RT 18/06, Desa/Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pemilik rumah ambruk beberapa waktu lalu, sempat kaget dan bingung melihat kondisi rumahnya. Sebelum ditinggalkan menggarap kebun orang lain, rumahnya masih dalam kondisi baik.

“Ada sekitar 30 menit saya berdiam diri menyaksikan rumah saya yang runtuh. Antara bingung, saya pun mengambil kasur dan bantal dan berangkat menuju rumah ibu saya untuk menumpang tidur,” terang Sule kepada sukabumiupdate.com, Selasa (22/2).

Sule menceritakan, tidak ada firasat atau tanda-tanda rumahnya akan runtuh. Yang ia ingat, sebelum berangkat ke Kampung Batugeres, Desa/Kecamatan Ciracap, untuk menggarap ladang orang lain, atap rumahnya masih kokoh. Ia menduga penyebab atap rumah saya ambruk akibat angin.

Kebingungan, kata Sule, karena bingung memikirkan biaya perbaikan rumah yang hendak diwariskan kepada anaknya kelak, dari hasil pernikahannya dengan almarhumah istrinya, Nining, yang meninggal tahun 1997 silam.

“Uang dari mana memperbaiki. Upah kerja kalau ada yang menggunakan jasa saya, hanya Rp50 ribu sehari. Uang segitu hanya cukup buat kebutuhan sehari-hari saja,” katanya.

BACA JUGA:

Sempat Bingungkan Warga, Ternyata Sule Temui Ibunya di Cibangkong Kabupaten Sukabumi

Di Manakah Sule, Warga Desa Ciracap Kabupaten Sukabumi Mencari

Darmin dari Cibadak Kabupaten Sukabumi, Jika Sakit Pergi ke Hutan Mengeluh kepada Alam

Ia mengaku bersyukur ketika tokoh pemuda setempat, Uceh, hendak memfasilitasi renovasi rumahnya oleh Pemerintah Daerah (Pemda). “Makanya saya datang ke rumah Kang Uceh membawa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP),” ungkap Sule lagi.

Sule berucap syukur, ketika atap rumahnya ambruk, tak ada satu anggota keluarga yang tinggal. “Tidak bisa saya bayangkan, kalau sampai anak saya ada di rumah. Mungkin akan beda kesedihan yang saya rasakan,” katanya lebih jauh.

Ia mengaku, rumahnya tidak terawatt semata karena faktor ekonomi. “Saya hanya petani penggarap. Anak saya pun tinggal di rumah ibu saya. Saya sering memikirkan kondisi ini,” tambahnya.

Sementara Uceh, ketika menerima berkas data diri Sule mengatakan, akan berupaya membantu duda bernak empat itu. “Ini soal empati dan rasa peduli. Walaupun bukan karena bencana ambruknya atap rumah Sule, tetap harus kita bantu,” ujar dia.

Kalau bukan pemerintah dan kepedulian masyarakat, imbuh dia, siapa lagi yang akan membantu Sule. “Kita jangan menyalahkan potret buram kemiskinan. Semua itu sudah ada yang mengatur. Tetapi yang penting sekarang kepedulian antar sesama,” tegas dia.

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI