Sukabumi Update

Jika Saya Bupati, Kemacetan di Sukabumi Dianalisa, Dicari Solusi, Dijalankan dengan Konsisten

SUKABUMIUPDATE.com – Kemacetan lalu lintas di Kabupaten Sukabumi menjadi persoalan yang harus segera ditanggulangi, selain pemborosan bahan bakar secara massal pada saat ratusan kendaraan bermotor terjebak dalam kemacetan, juga berdampak pada sektor ekonomi, serta psikologi masyarakat.

“Masyarakat jadi gampang stress, apalagi jika membuat kendaraan nyaris tak bergerak, orang luar daerah pun jadi malas datang ke Sukabumi,” ungkap Novian Abdurahman kepada sukabumiupdate.com, Rabu (22/2).

Menurutnya, kemacetan di Sukabumi harus segera dicarikan solusinya dengan menata Sukabumi secara serius demi kepentingan masyarakat banyak, “Pemerintah daerah harus berusaha lebih hebat dan giat lagi. Pejabat harus turun langsung ke lapangan melihat persoalan yang ada, di mana biang permasalahannya?” Imbuh Novian.

Melihat sekilas persoalan macet di Sukabumi, Novian berpendapat, selain rendahnya budaya tertib para pengguna jalan dan volume kendaraan yang tak bisa dibatasi, permasalahan lainnya adalah lokasi pasar dan penataan, serta tata kelola ruang dan letak pendirian pabrik atau kawasan industri menjadi pemicu kemacetan.

“Saya dan masyarakat nggak bisa ngasih solusi karena kita bukan yang berwenang, tapi andai saya Bupati Sukabumi nih ya, andai saja! Pertama, harus dianalisa permasalahannya, dicarikan solusinya, terus dijalankan dengan konsisten. Yang paling penting semua rencana harus dijalankan dan dijaga konsistensinya untuk mencapai Sukabumi Lebih Baik,” terang Novian.

BACA JUGA:

Novian Abdurahman Tantang Pemuda Perbaiki Sukabumi

Novian Abdurahman: Media Sekarang Seperti Ditumpangi Kepentingan Kapitalis atau Golongan

Novian: Agar Pemuda Tahu, Tak Hanya Bupati Sukabumi, Ada Bima Arya yang Muda dan Inovatif

Kerusakan jalan, sebagai salah satu permasalahan pemicu kemacetan di Kabupaten Sukabumi pun tak luput dari perhatian Novian. Ia menyarankan agar Dinas Pekerjaan Umum lebih diberdayakan, salah satunya dengan memiliki peralatan yang menunjang operasional kerja dinas sehingga jika terjadi kerusakan sedikit saja dan kemudian terdeteksi langsung bisa diperbaiki. “Jangan menunggu semakin lebar rusaknya, supaya jadi proyek kan aneh?” tutur Novian.

Kader Gerindra yang juga enterpreuneur muda ini berpendapat, jalan keluar terbaik harus segera ditemukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi adalah, pertama, mengambil inisiatif dan tanggung jawab untuk memperbaiki jalanan yang rusak meskipun statusnya jalan provinsi. "Tentu saja dengan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Bina Marga Provinsi," terang Novian.

Hal tersebut, menurut hematnya, perlu dilakukan, karena apa pun status jalannya, besar kemungkinan yang melintas di atasnya adalah warga Sukabumi. Ditambahkannya, tidak kalah penting adalah para kontraktor benar-benar dikontrol kualitas pekerjaannya.

"Selain itu, Pemkab juga harus tegas, berani, dan terukur, sehingga ketika membuat suatu keputusan itu firm,” pungkas Novian.

Editor : Administrator

Tags :
BERITA TERPOPULER
BERITA TERKINI