SUKABUMIUPDATE.com – Ambruknya jembatan darurat penghubung dua kecamatan, Ciambar dan Parungkuda Kabupaten Sukabumi, Rabu (22/2) malam, mengejutkan pemerintah daerah (Pemda) dan warga Kabupaten Sukabumi. “Innalillahi. Rencana Minggu ini bisa digunakan, jebol lagi diterjang air. Astagfirullahaladziim,†tulis Wakil Bupati Adjo Sardjono dalam akun Facebook-nya, dengan mencantumkan sejumlah foto kondisi sebelum dan sesudah kembali ambruk.
Jembatan yang berada di Kampung Babakanpendeuy RT 01/01, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda tersebut, memang tengah dalam tahap finishing. Rencananya jembatan darurat, pengganti jembatan yang ambruk oleh sebab yang sama pada Selasa (21/1) silam itu, akan digunakan warga dalam satu atau dua hari ke depan.
Namun, apa lacur, luapan Sungai Cileuleuy kembali membuat pondasi penyangga besi jembatan yang berada di wilayah Parungkuda ambruk, sehingga badan jembatan turun hingga kedalaman dua meter.
Tidak trasparannya CV Sriwijaya sebagai kontraktor dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi sebagai leading sector pembangunan jembatan darurat tersebut, mengundang pertanyaan warga setempat. “Bronjong pondasinya nggak kuat nahan air. Air sungai meluap besar, sama seperti kejadian awal jembatan ini ambruk,†jelas salah seorang warga setempat Andra (37) kepada sukabumiupdate.com.
BACA JUGA:
Tanpa Papan Proyek, Pembangunan Jembatan Darurat Ciambar-Parungkuda, Kabupaten Sukabumi
Ambruk Lagi, Jembatan Darurat Penghubung Ciambar-Parungkuda Kabupaten Sukabumi
95 Persen, Pembangunan Jembatan Darurat Ciambar-Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Andra juga mempertanyakan besaran sebenarnya, biaya pembangunan jembatan yang sudah ditunggu-tunggu warga Ciambar itu. "Karena sama sekali tidak ada papan proyek, kami tidak tahu berapa anggaran sesungguhnya. Saya dapat info dari mereka yang bekerja, katanya anggarannya 280 juta Rupiah, tapi ada juga informasi 300 juta Rupiah, mana yang benar ini,†ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda), Iyos Soemantri mengatakan jika besok (Kamis, 23/2) akan menerjunkan tim teknis dari dinas terkait untuk mengkaji penyebab ambruknya jembatan yang belum sempat digunakan ini. "Apakah murni bencana atau ada kelalaian dari kontraktor. Jembatan ini belum diserahterimakan, jadi masih dalam tanggung jawab kontraktor,†jelas Iyos.
Menurut Iyos, pembangunan jembatan darurat ini menggunakan anggaran dari pos Biaya Tak Terduga (BTT) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017, sebesar kurang lebih Rp300 juta. “Saya juga baru tahu jika selama pembangunan kontraktor tidak memasang papan infromasi pekerjaan,†lanjutnya.
Editor : Administrator