SUKABUMIUPDATE.com - Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, selama tiga hari memberikan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD), kepada 70 pemuda. Menurut ketua GP Ansor Kecamatan Simpenan, Tendi Setriadzi, PKD tersebut merupakan langkah menjawab tantangan zaman sekaligus kaderisasi.
Khusus di daerah Kecamatan Simpenan para pemuda usia 17 tahun sudah mulai jauh dari pondok pesantren. "Kami sangat khawatir moral dan paradigmanya ini bisa terpengaruh dan terpancing dengan isu-isu berbau SARA dan menebar konflik mengatasnamakan Islam,†beber Tendi kepada sukabumiupdate.com, saat menutup kegiatan PKD, Minggu (26/2) sore.
BACA JUGA:
Maruf-Ahok Dianggap Selesai, NU Diminta Tak Ikut Aksi 112
Apalagi tujuan organisasi yang berdiri selama 53 tahun ini adalah menjadi badan otonom Nahdatul Ulama, sudah barang tentu harus menegakan ajaran islam Ahlussunnah Wal Jamaah di tengah-tengah masyarakat.
"Di usia organisasi yang cukup matang dan dewasa menuntut kami untuk terus mengembangkan potensi diri, demi tegaknya akidah Ahlussunah Wal Jamaah dan utuhnya Bhineka Tunggal Ika di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," beber Tendi.
Di tengah ancaman degradasi moral, isu sosial maupun politik, GP Ansor harus mengambil peran di tengah-tengah masyarakat baik secara jamiah maupun jamaah, dengan aplikasi pengabdian totalitas pada ulama. "Dengan begitu, membangkitkan nilai-nilai ke-Aswajaan di tengah tengah masyarakat sudah barang tentu akan terus dilakukan," pungkasnya.
Editor : Administrator